Pengamat: Pembetukan Wamen Tak Sejalan Dengan Efisiensi Struktur Pemerintahan

  • Whatsapp
Ray Rangkuti

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai pembentukan wakil menteri (Wamen) sekarang ini relatif tidak lagi sejalan dengan efesiensi struktur pemerintahan seperti menjadi salah satu tekat presiden Jokowi sejak priode pertama pemerintahannya.

“Di priode pertamanya hanya ada 3 Wamen untuk tiga kementerian yang diperbolehkan. Pada priode yang sama lebih dari 20 lembaga negara yang dibubarkan oleh presiden demi alasan efesiensi pemerintahan,” kata Ray saat dihubungi Indopolitika.com, Senin (28/10/2019).

Baca Juga:

“Langkah bagus yang memang patut dilakukan. Tapi dengan banyaknya pembentukan Wamen seperti saat ini, rasanya mengefesienkan pemerintahan itu bukan lagi bagian dari visi pak Jokowi,” sambung Ray.

Begitu juga dengan pilihan posisi wamennya, Ray menilai beberapa pos kurang jelas apa kriteria satu kementerian mendapatkan wamen. Diantaranya beberapa pos itu seperti Menteri Pertahanan, Menteri Desa, Menteri Pariwisata/Ekonomi Kreatif, bahkan Menteri Agama.

“Apalagi model rekrutmen wamennya terlihat dilakukan secara sepihak oleh presiden. Tidak jelas benar, sejauh apa menteri terkait dilibatkan oleh presiden dalam hal menentukan perlu tidaknya Wamen bagi kementerian yang dipimpinnya dan siapa kiranya menteri yang layak untuk menempati posisi itu,” jelasnya.

Wamen ini menurut Ray, memang bagian dari bagi-bagi posisi politik bagi para pendukung formal presiden pada pilpres 2019 lalu. Dibuat untuk mengakomodir pendukung yang belum mendapatkan posisi di pemerintahannya.

“Setidaknya ada jabatan yang sekarang seperti respon atas protes pendukung yang belum diakomodir dalam kabinet. Protes NU yang tidak menempatkan kader NU di Menag, dan juga protes relawan Jokowi yang tidak diakomodir dalam posisi kementerian,” tandasnya.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *