Pengamat Sarankan Penentuan Ketum Golkar Melalui Musyawarah

  • Whatsapp
Emrus Sihombing

INDOPOLITIKA.COM- Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyarankan agar penentuan ketua umum Partai Golkar melalui musyawarah seperti menentukan pimpinan MPR RI baru-baru ini. Ia mengusulkan agar tidak melalui voting.

“Nah, para kandidat utamanya Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo serta para kandidat lain,” kata Emrus kepada Indopolitika.com, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, kedua kandidat itu harus mampu meyakinkan para pendukungnya di Golkar, agar bersama-sama membawa munas dalam suasana demokrasi musyawarah.

“Jangan sampai terjadi kubu-kubuan yang sengaja diwacanakan ke ruang publik,” ucapnya.

Situasi internal Partai Golkar kembali memanas jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Desember mendatang. Dua tokoh yang sama-sama sempat deklarasi maju menjadi calon ketua umum, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo saling bermanuver di ruang publik.

Eskalasi politik bermula ketika Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet dikabarkan ingin mempertimbangkan maju kembali sebagai kandidat Ketum Golkar. Padahal sempat muncul persepsi di publik, ambisi Bamsoet menjadi ketua umum Golkar menyurut seiring laju mulus terpilih menjadi ketua MPR.

Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet ini sebelum mendeklarasikan diri maju dalam bursa ketua umum Golkar sudah mengumpulkan tandatangan dari setiap DPD I dan DPD II. Beberapa petinggi DPD I dan DPD II bahkan ada yang dipecat dari jabatannya karena mendukung Bamsoet.

Tak mau kalah, Airlangga juga terus mengumpulkan pendukungnya. Dia juga kerap menghadiri acara deklarasi dukungan dari kader DPD serta mengklaim dukungan untuknya menjadi ketua umum sudah mencapai 92 persen.

Hingga kini, proses mencari dukungan yang loyal dari DPD I dan II dari dua tokoh itu masih terus bergulir dengan berbagai macam cara.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *