Internasional

Pengawal Macron Dituntut atas Rekaman Serangan di Video

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)

Paris: Otoritas Prancis telah mengadukan tuntutan awal kepada salah satu pengawal utama Presiden Emmanuel Macron. Hal ini menyusul video yang menunjukkan dia memukuli seorang pengunjuk rasa pada demonstrasi May Day (Hari Buruh).

Alexandre Benalla, 26, dibawa ke tahanan polisi guna diinterogasi pada Jumat kemarin. Penahanan memicu tekanan politik bagi Macron, yang tingkat kepuasan publiknya jatuh ke rekor terendah di angka 39 persen pekan lalu.

Kantor Kejaksaan Prancis mengatakan Benalla akan diselidiki atas dugaan kekerasan berkelompok, campur tangan dalam pelayanan publik dan penyelewengan ilegal berikut dua kejahatan lainnya.

Macron memecat Benalla setelah sorotan kasus ini tertuju kepada presiden. Tetapi Macron sudah menghadapi kritik karena gagal bertindak lebih cepat.

Koran Le Monde merilis sebuah video pekan lalu. Isinya menunjukkan Benalla dalam protes 1 Mei di Paris yang mengenakan helm antihuru-hara dan lencana polisi ketika sedang tidak bertugas.

Dalam rekaman itu, dia terlihat menyeret seorang wanita menjauh dari protes dan kemudian memukul seorang demonstran laki-laki. Pada Jumat, media Prancis merilis video kedua yang menunjukkan Benalla juga menganiaya wanita itu.

Benalla pada awalnya diberhentikan sementara selama 15 hari dan diizinkan untuk kembali bekerja.

Kritik terhadap Macron menyebut respons lamban sang presiden sebagai suatu tanda bahwa ia tidak dapat disentuh dan angkuh.

"Jika Macron tidak menjelaskan sendiri, urusan Benalla akan menjadi urusan Macron," kata pemimpin sayap kanan Marine Le Pen di Twitter, seperti disitat Sky News, Senin 23 Juli 2018.

"Mengapa iblis itu bersikeras melindungi karyawan peringkat kedua yang seharusnya dikeluarkan dari Elysee beberapa bulan yang lalu?" harian sayap kanan Le Figaro bertanya dalam sebuah editorial.

Namun, juru bicara partai Gerakan Republik, Gabriel Attal, membela bungkamnya presiden. "Jika Macron berbicara sekarang, maka akan menuai komentar pedas di mana-mana mengatakan komentarnya dapat mempengaruhi penyelidikan," kata dia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close