Pengganti Direktur Utama Bank BUMN Sesuai Kriteria Presiden Jokowi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan belum ada rencana untuk merombak direksi BUMN dalam waktu dekat. Kata dia pihaknya akan membenahi Peraturan Menteri (Permen) terlebih dahulu.

Erick mencontohkan, akan merevisi sejumlah Permen BUMN yang dinilainya tumpang tindih dengan peratran-peraturan lain.

Muat Lebih

“Permen yang harus saya ubah karena memang Presiden juga sudah bicara bagaimana  Permen-Permen yang tumpang tindih dan menghambat pembukaan lapangan kerja itu harus juga diselaraskan dalam waktu satu bulan. Ini mulai kita periksa Permen apa yang akan menghambat,” katanya

Lanjut Erick, upaya untuk membenahi peraturan yang tumpang tindih itu adalah salah satu bagian untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan KemenBUMN.

Namun, permen mana yang akan ia benahi, Erick enggan untuk menjelaskannya. Kata dia, pastinya permen itu yang menghambat pembukaan lapangan pekerjaan di tanah air.

Selain itu juga, Erick akan mencari pengganti Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Inalum Budi Gunawan Sadikin yang telah meninggalkan jabatannya untuk posisi Wakil Menteri BUMN membantu dirinya.

Ia berjanji akan melakukan pertemuan dengan pihak OJK dan Gubernur BI untuk membahasnya pada Senin, besok.

“Saya juga harus bertemu pihak OJK pada Senin, 28 Oktober 2019, mungkin juga nanti ke Gubernur BI untuk juga membicarakan perubahan-perubahan di bank-bank BUMN, jangan sampai nanti dibilang tidak ada koordinasi,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah sudah ada kandidat untuk mengisi kursi direktur utama di kedua bank BUMN tersebut? Erick mengatakan calon direktur utama itu yang menentukan Presiden Jokowi dan tentunya sesuai dengan keinginan presiden.

“Kita ingin membentuk tim yang benar-benar profesional, yang bervisi sama dengan visi Presiden Jokowi. Bukan nanti punya visi sendiri. Ini harus menjadi bagian sinergitas yang tidak hanya antar kementerian, tapi juga dengan ekosistem lain termasuk swasta,” tegasnya. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *