Penggerak Milenial Indonesia Sepakat dengan Hary Tanoe Masa Keemasan Perusahaan Startup Sudah Berakhir

INDOPOLITIKA.COM – Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI) Adiya Muzaki turut menyoroti masifnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahan-perusahan startup atau rintisan belakangan ini.

Bahkan tidak sedikit juga perusahaan-perusahaan yang tumbang di tengah jalan. Beberapa perusahaan startup yang melakukan PHK massal itu antara lain SiCepat, e-commerce JD.ID, LinkAja hingga Zenius.

Menurut Adiya salah satu penyebab tumbangnya perusaan startup itu karena besarnya energi atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahan diawal masa-masa pertumbuhan, seperti biaya untuk marketing, tapi tidak sesuai dengan keuntungan.

“Ya startup-startup pada tumbang karena banyak biaya keluar untuk oprasional. Mereka juga banyak ngebom marketing. Tapi keuntungan yang didapat tidak sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan, akhirnya lesu sebelum berkembang,” kata Adiya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/5/2022).

Adiya juga sepakat dengan istilah Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo bahwa ‘The golden days of startup are already over’ atau masa keemasan perusahaan startup sudah berakhir. Hal itu karena perusahaan-perusahaan startup mengalami kekeliruan dalam melihat masa depan bisnis dan pasar.

Mereka mengira, dengan melakukan aksi penetrasi besar besaran melalui iklan dan company branding di awal, perusahaan akan dengan cepat meraih simpati dari pasar.

Padahal ingatan dan daya tarik kosumen saat ini sangat pendek, apalagi di tengah arus informasi yang sangat cepat dan padat. Perusahan ingin cepat dan instan mendapat perhatian publik, di sisi lain publik juga cepat melupakan mereka.

“Ingatan konsumen sekarang itu pendek. Karena iklan-iklan di dunia maya banyak dan cepat. Perusahan startup yang melakukan aksi-aksi daya tarik di awal memang segera dingat, tetapi juga mudah dilupakan,” tambah Adiya

Adiya menambahkan, selain banyak melakukan aksi akrobatik di awal, perusahan startup juga harus memiliki kemampuan untuk membangun ekosistem bisnis yang memadai bagi perusahaan.

Bagaimana perusahaan mampu memperkiraan antara kekuatan modal, manajemen sumber daya perusahaan dan juga target capaian. Sehingga perusahaan memiliki imunitas yang baik di tengah kompetisi yang ketat dan semakin menjamurnya peruahaan-perusahaan baru.

“Perusahaan haru punya imunitas. Harus bisa mempertimbangkan modal, SDM dan juga profitnnya seperti apa. Saat ini kompeitisi semakin ketat,” Ujar Adiya

Kendati kondisi perusahaan startup hari ini sedang lesu, Adiya mendorong anak-anak milenial untuk tetap memupuk rasa optimisme terhadap perkembangan perusahaan startup. Hal Ini penting guna terus menumbuhkan semangat bisnis.

“Meskipun perusahaan-perusahaan startup sedang layu. Sebagai anak milenial tentu tetap harus optimis. Semangat berbisnis tetap harus dipupuk. Yang terpenting mau mengevaluasi diri agar tidak tumbang di tengah jalan,” pungkasnya.[fed]


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.