Internasional

Penghentian Dana AS untuk Pengungsi Palestina Berpotensi Picu Radikalisme

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. Foto:AFP/Khalil Mazraawi

Amman: Yordania menyesalkan keputusan Amerika Serikat (AS) menghentikan pendanaan kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina. Kebijakan itu dinilai berpotensi meningkatkan radikalisme dan membahayakan peluang damai di Timur Tengah.

"Gangguan layanan Badan Kerja dan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) akan sangat membahayakan kemanusiaan, politik dan keamanan bagi pengungsi dan untuk seluruh kawasan itu," kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi kepada Reuters seperti dilansir Antara, Minggu, 2 September 2018. 

Ayman menyatakan, negaranya yang menampung lebih dari dua juta dari lima juta pengungsi terdaftar, akan terus menggalang dukungan sumbangan. Hal ini guna mengurangi bencana keuangan yang lebih besar.

"Pada akhirnya menciptakan lahan subur untuk ketegangan lebih lanjut. Secara politis, itu juga akan semakin melukai upaya perdamaian," ucap Ayman.

Yordania akan menggalang dukungan politik dan keuangan dari negara-negara anggota PBB. Jepang, negara-negara Eropa, Swedia dan Turki akan diajak duduk bersama di kantor PBB, New york, AS pada 27 September 2018 membahas hal tersebut.

Baca: AS Akhiri Aliran Dana untuk Pengungsi Palestina

"Kami akan melakukan semua kemungkinan untuk memastikan UNRWA mendapatkan dana untuk terus memberikan jasanya kepada pengungsi Palestina," ucap Ayman.

Amerika Serikat pada Jumat, 31 Agustus 2018 mengumumkan tidak lagi mendukung UNRWA untuk pengungsi Palestina. Padahal telah lama AS menjadi penyumbang terbesar.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close