Penginput Dana Lem Aibon Rp82 Miliar Akui Asal-asalan Saat Masukan Data  

  • Whatsapp
Anis Baswedan Gubernur DKI

INDOPOLITIKA.COMKepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Sudarman, mengakui jika dirinyalah yang memasukan komponen lem aibon senilai Rp 82 miliar dalam APBD DKI 2020, yang saat ini jadi viral. Alasanya sederhana, dia asal memasukan saja komponen tersebut lantaran terlalu banyak pilihan yang harus diisi.

“Yang masukan itu saya, saya salah pilih komponen, saya keliru. Saya berpikir secara sederhana, kenapa harus banyak-banyak kode rekening, karena nanti pun akan diubah sesuai kode rekening nantinya. Saya tidak berpikir sampai sejauh ini. Katakanlah kebutuhan aibon itu menjadi viral sampai begini,” ungkap Sudarman, di Balai Kota, kemarin.

Baca Juga:

Sudarman mengaku asal-asalan saat memilih komponen lem aibon karena harus memenuhi pagu anggaran yang harus segera dimasukkan. Sudarman mengakui bahwa item lem aibon tersebut juga tidak berdasarkan permintaan dari sekolah.

Namun waktu itu dia mengaku memilih komponen lem aibon sebagai salah satu rekening kegiatan yang telah disusun sebesar Rp 82 miliar. “Jadi ada pilihan lain, ada banyak pilihan lain artinya saya tidak berpikir sampai sejauh ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, anggaran lem aibon menjadi sorotan setelah Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, mencuitknya di akun twitter. William menemukan anggaran aneh tersebut di laman APBD DKI Jakarta.

Tak hanya soal lem aibon, ada juga kejanggalan soal pembelian ballpoint senilai Rp 124 miliar dari Sudin Pendidikan Jakarta Timur hingga pembelian 7331 unit komputer, server dan perangkat penyimpan data pintar (smart storage).[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *