Pengusaha Baja Lokal Dukung Jokowi Dalam Percepatan Pembangunan Ibukota Baru

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah telah menetapkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi lokasi ibukota baru. Masterplan pembangunan ibukota baru diperkirakan  akan rampung pada 2020 dan secara fisik Pemerintah menargetkan akan selesai pada 2024.  Itu artinya Pemerintahan Jokowi diharapkan bisa fokus memenuhi target waktu yang telah ditetapkan.

“Meskipun 5 tahun ke depan kita mengedepankan SDM, pembangunan infrastruktur juga jangan ditinggal. Justru harus dikebut lebih cepat, kita harus tetap fokus,” ujar Jokowi di Pembukaan Konstruksi Indonesia di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga:

Menyambut keinginan Jokowi dalam percepatan pembangunan, Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tata Logam mengatakan bahwa dalam proses perpindahan ibu Kota harus menjadi momentum bagi para pengusaha jasa konstruksi untuk membuktikan bahwa Indonesia juga mampu membangun infrastruktur dalam waktu relatif singkat.

“Kita akan buktikan dengan penggunaan material baja ringan, pembangunan di Ibu Kota baru bisa berjalan maksimal,” ujar Stephanus di lokasi yang sama.

Ia juga menerangkan tentang salah satu produknya yakni Domus Revo, sebuah inovasi teknologi terbaru membangun rumah yang merupakan pengembangan produk Domus, yang telah ada sebelumnya. Produk ini sangat cocok bagi masyarakat yang mau membangun rumah atau merenovasi rumahnya dalam waktu hanya 5 hari.

Domus Revo merupakan bangunan yang komponen-komponen penyusunnya telah dipersiapkan sebelumnya atau pun telah diproduksi di pabrik. Setiap komponen di-packing terpisah dan diberi label penjelasan secara detil tentang cara merakitnya.

“Domus Revo memberikan kemudahan bagi konsumen dalam membangun rumahnya, semudah kita membeli furniture knockdown dan kemudian merakit sendiri dirumah. Konsumen bisa membangun sendiri, karena komponen-komponennya jelas,” ujar  Stephanus Koeswandi, Rabu (6/11/2019).

Kelebihan dari rumah yang dibangun dengan teknologi Domus Revo ini adalah proses pembangunannya yang terbilang sangat cepat, yakni 5 hari untuk rumah type 29. Proses pembangunan juga tidak membutuhkan banyak pekerja serta tidak ada bahan-bahan dalam membangun rumah yang terbuang. Hal ini tentunya dapat memotong anggaran pengeluaran secara signifikan, sehingga biaya membangun rumah menjadi lebih hemat.

Apa yang diungkapkan Stephanus bukanlah isapan jempol. Terbukti pihaknya sudah mendirikan 1.200 hunian tetap di lokasi bencana Lombok, Nusa Tenggara Barat.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *