Penyelidikan Korupsi Terhadap Mantan Presiden Afsel Dimulai

  • Whatsapp
Mantan Presiden Afsel Jacob Zuma. (Foto: AFP)

Cape Town: Penyelidikan publik terhadap dugaan korupsi yang dilakukan mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma resmi dibuka, Senin 20 Agustus 2018.

Tujuan dari penyelidikan ini adalah menentukan apakah terjadi korupsi di level pemerintahan tertinggi di masa pemerintahan Zuma. 

Muat Lebih

Selain itu, penyelidikan juga akan menentukan apakah keluarga kaya raya Gupta telah memengaruhi keputusan politik era Zuma.

Tuduhan korupsi terus membayangi masa jabatan Zuma, sebelum akhirnya dia dipaksa mundur pada Februari lalu. Dia dan keluarga Gupta membantah telah berbuat salah.

Membuka penyelidikan, Wakil Menteri Hukum Ray Zondo meminta masyarakat Afsel untuk berbagi informasi apapun terkait kasus ini.

"Kami mendorong semua warga Afsel yang mencintai negara ini untuk maju dan membantu komisi dalam menyelesaikan masalah ini," tutur Zondo, seperti dilansir dari BBC.

Zuma diperintahkan untuk membentuk komisi penyelidikan korupsi oleh pengadilan tinggi Desember tahun lalu. Perintah dikeluarkan menyusul keluarnya laporan dari komisi pemberantasan korupsi Afsel.

Laporan tersebut, dinamakan "State of Capture," menemukan bukti mengenai kemungkinan terjadinya korupsi di level tertinggi pemerintah Afsel.

Salah satu isi dalam laporan adalah Wakil Menteri Keuangan Afsel pada 2015, Mcebisi Jonas, pernah ditawarkan uang USD41 juta oleh pengusaha Ajay Gupta jika dia bersedia menerima jabatan Menkeu.

Komisi pemberantasan korupsi Afsel juga menginvestigasi klaim bahwa keluarga Gupta telah menyuap beberapa pejabat untuk mendapatkan kontrak proyek di perusahaan listrik negara, Eskom.

Keluarga Gupta mengaku sedang berusaha membersihkan nama mereka "di tengah berbagai tuduhan tak berdasar dari media."

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *