Peran Milenial Cegah Pandemi dan Pulihkan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – WHO telah menyatakan Corona Virus Disease (COVID-19) sebagai pandemi global atau dunia. Timbulnya krisis ekonomi global akibat dari pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian negara menjadi terganggu. Akibatnya muncul banyak tantangan baru dan membawa perubahan terhadap dunia. Di Indonesia, COVID-19 telah menyerang lebih dari 3,1 juta orang sejak kasus pertama diumumkan pada bulan Maret 2020, setidaknya 83.000 orang telah meninggal dunia.

Berbagai cara dan upaya terus dilakukan pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini. Namun, upaya untuk menghambat penyebaran virus Covid-19 membuat terhambatnya kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat. Memang luar biasa dampak ekonomi dari penyebaran virus corona. Sudah banyak karyawan- karyawan yang di PHK dari tempat kerjanya, tidak sedikit pula berita tentang keluarga yang kesusahan bertahan hidup di tengah pandemi, dan Kesulitan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup akibat tidak mempunyai penghasilan, hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat.

Berita Lainnya

Oleh karena itu, Perlunya langkah strategis yang perlu diambil oleh pemerintah dalam mengatasi dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 khususnya dalam sektor ekonomi, untuk mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 peran pemuda dan mahasiswa sangat dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi masyarakat, bahkan di masa ini, pemuda dan mahasiswa disebut sebagai “The agent of development’’ atau agen pembangunan. Pada masa pandemi tentu saja pemuda dan mahasiswa dihadapkan pada tantangan baru.

Berikut ini Berbagai peran yang dapat dilakukan generasi Milenial khususnya mahasiswa dalam menjalankan fungsinya di tengah pandemi untuk mengatasi masalah ekonomi di masyarakat.

1. Mahasiswa sebagai agen pencegahan penularan Covid-19
Mahasiswa bisa melakukan sosialisasi kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir (3M) kepada masyarakat. Tentunya tujuan ini sebagai langkah untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang diharapkan nantinya dapat berdampak baik bagi pemulihan ekonomi masyarakat.

2. kesadaran mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah
sebagai mahasiswa yang selalu ingin membawa perubahan, bersinergi, berpikir kritis, dengan keikhlasan dan kerelaan untuk menjadi pelopor, yang bisa menyampaikan aspirasi baik kepada pemerintah maupun publik, dan menjadi pelayan masyarakat. Pada kondisi sekarang menyampaikan aspirasi rakyat dengan demonstrasi dapat meningkatkan risiko terinfeksi oleh virus Covid-19. Oleh sebab itu jika sekiranya harus demonstrasi kita harus benar-benar mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Menyampaikan aspirasi juga bisa dilakukan di media sosial dengan berbagai cara salah satunya dengan membuat poster.

3. Berkontribusi dalam kegiatan ekonomi masyarakat
Mahasiswa bisa bertindak sebagai penggerak dari pertumbuhan ekonomi dengan teori dan ilmu yang dimiliki, lalu menerapkannya pada masyarakat, seperti menyosialisasikan dan mendampingi UMKM, pariwisata, dan pertanian dengan meningkatkan daya beli atau laju ekonomi. Lalu turut serta untuk menciptakan wirausaha baru yang berkualitas, mendampingi startup anak muda, dan membantu persiapan UMKM agar dapat memasuki dunia digital.

Tantangan lain yang terjadi yakni masyarakat harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan hidup akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan lainnya, sehingga masyarakat harus cermat dalam mengelola keuangan. Selain itu, kebijakan social distancing dan Work From Home (WFH) diharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan keadaan tersebut untuk berkreasi dan berinovasi dengan membuka usaha, yang akhirnya bisa membantu dalam pemulihan ekonomi walaupun belum secara total.

4. Mahasiswa sebagai sosial control
Diharapkan mahasiswa mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial maupun ekonomi pada masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik, serta solusi untuk permasalahan yang terjadi di masyarakat maupun permasalahan bangsa. Maka perlu jika mahasiswa mengambil perannya dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk memberikan akses kesehatan gratis kepada semua orang yang hendak memeriksa diri dan berobat karena terkonfirmasi virus Covid-19, jangan sampai terdapat masyarakat yang sudah terindikasi terpapar virus Covid-19 tetapi memilih tetap bertahan di rumah karena takut akan mahalnya biaya pengobatan rumah sakit. Terhadap kebijakan tersebut harus selalu didengungkan melalui berbagai media massa.

5. Membeli produk usaha masyarakat
Peran ini dapat diambil mahasiswa, dengan membeli produk usaha masyarakat yang kita butuhkan, dengan itu kita bisa membantu meningkatkan dan mempertahankan kehidupan ekonomi masyarakat dan diharapkan masyarakat bisa terus mempertahankan usahanya di masa pandemi seperti sekarang.

Jadi, peran mahasiswa sebagai penggerak ekonomi masyarakat sangat penting dikarenakan sebagai mahasiswa tentu kita ingin selalu bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, serta karena adanya suatu tujuan yang sama yaitu untuk memutus mata rantai Covid-19. Beberapa point peranan mahasiswa di atas semoga dapat memperkokoh ekonomi masyarakat dan sebagai bahan untuk dipikirkan sebagai langkah untuk menata kembali gerakan mahasiswa serta menjalankan peran mahasiswa di tengah pandemi Covid-19.

Artikel oleh: Nur Solehah

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *