Perang Israel vs Hamas Memanas, AS Tarik 120 Personel Militer serta Warga Sipil dari Israel

  • Whatsapp
Foto: AFP

INDOPOLITIKA.COM – Eskalasi perang antara Israel dan Hamas kian memanas. Pada Jumat (14/5/2021) pagi ini saja, Israel tak berhenti meluncurkan serangan roket ke araha jalur Gaza. Di tengah ketegangan ini meningkat, Pentagon mengatakan telah menarik 120 personel militer dan warga sipilnya dari Israel.

Juru bicara Komando Eropa AS (EUCOM) Charles Prichard melansir PressTV, Jumat (14/5/2021) mengonfirmasi hengkangnya ratusan personel militer Amerika dari negara Yahudi tersebut.

Berita Lainnya

“Sekitar 120 personel DoD (Departemen Pertahanan) tiba di Jerman dari Israel hari ini melalui pesawat C-17 yang berbasis di Pangkalan Udara Ramstein. Kami membuat keputusan dengan berkoordinasi dengan Israel,” kata Prichard.

Prichard mengatakan ratusan personel itu sebelumnya berada di Israel untuk acara perencanaan rutin, yang dijadwalkan selesai minggu ini.

Sementara menurut sekretaris pers Departemen Pertahanan John Kirby, staf Komando Pusat AS dan Komando Eropa AS tiba di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman pada Kamis pagi.

“Kami membuat keputusan ini untuk memindahkan orang-orang ini dalam koordinasi dengan rekan-rekan Israel kami,” kata Kirby kepada wartawan di Pentagon.

“Orang-orang ini dari seluruh departemen berada di Israel untuk acara perencanaan rutin” berurusan dengan latihan militer yang akan datang, tambahnya.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS pada Kamis mendesak warga untuk “mempertimbangkan kembali perjalanan ke Israel” karena situasi yang meningkat.

Tingkat peringatan perjalanan, yang telah diturunkan dalam beberapa pekan terakhir karena peningkatan situasi Covid-19 Israel, dinaikkan ke Level 3, dari maksimum empat.

Ini terjadi ketika militer Israel dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 1.000 roket dan melakukan lebih dari 350 serangan udara di Jalur Gaza sejak Senin.

Kelompok perlawanan telah meluncurkan lebih dari 1.800 roket dari daerah kantong pantai yang padat dalam eskalasi terburuk dari konflik Israel-Palestina dalam beberapa tahun.

Eskalasi dimulai setelah warga Gaza bangkit sebagai protes terhadap pelanggaran serius Israel di wilayah terdekat yang diduduki Tel Aviv di Tepi Barat, terutama kota suci al-Quds. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *