INDOPOLITIKA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengawal kepulangan jemaah umrah Indonesia di tengah dinamika situasi di Timur Tengah.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, memastikan bahwa proses kepulangan berjalan lancar, aman, dan tertib.

Pemerintah menegaskan bahwa negara hadir memberikan pelindungan maksimal bagi seluruh jemaah, dengan tetap memastikan layanan yang ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas di setiap prosesnya.

“Tercatat, sebanyak 6.047 jemaah telah tiba di Tanah Air dengan selamat secara bertahap melalui 17 penerbangan yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026,” ungkap Ichsan.

Lebih lanjut, Ichsan Marsha menegaskan bahwa seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau pihak travel wajib bertanggung jawab penuh atas pelayanan jemaah, mulai dari fase pemberangkatan, selama berada di Arab Saudi, hingga memastikan kepulangan jemaah kembali ke Tanah Air.

Demi mengutamakan keselamatan jiwa, Kemenhaj juga mengimbau para calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda keberangkatannya sementara waktu hingga situasi kembali kondusif. Bagi jemaah yang mungkin mengalami kendala darurat, persoalan hukum, atau masalah lainnya di Arab Saudi maupun negara transit, diminta untuk tidak panik dan segera menghubungi KBRI atau KJRI setempat.

“Mari kita tetap tenang, terus menjalin komunikasi yang saling pengertian dengan pihak travel, dan selalu ikuti arahan serta informasi resmi dari pemerintah,” tambahnya.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com