Internasional

Perangkat Radioaktif Berbahaya Hilang di Malaysia

Otoritas Malaysia dan AELB berusaha keras mencari RDD yang hilang sejak 10 Agustus 2018. (Foto: Facebook/AELB)

Kuala Lumpur: Seperti adegan film "Mission Impossible," otoritas Malaysia dan Dewan Lisensi Energi Atom (AELB) kelimpungan mencari perangkat bernama Radioactive Dispersal Device (RDD) yang hilang sejak 10 Agustus.

Bahaya dari RDD tidak dapat diremehkan, karena mengandung isotop radioaktif Iridium-192 yang memancarkan radiasi beta dan gamma.

Dinukil dari Business Insider, Selasa 21 Agustus 2018, jika perangkat itu jatuh ke tangan teroris atau mereka yang mengerti RDD, maka bisa menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Skenario yang lebih buruk bisa terjadi jika RDD ditemukan seseorang yang tidak tahu apa-apa. RDD bisa saja dibongkar atau dirusak, yang kemudian akan membuat lingkungan di sekitarnya tercemar bahan radioaktif berbahaya.

Dilaporkan dari New Straits Times, RDD memiliki harga di pasaran sebesar USD18.280. Untungnya, senyawa berbahaya di dalam RDD relatif aman selama masih berada di dalam tabung berpelindung timah.

RDD, yang dimiliki sebuah perusahaan yang menawarkan jasa pengujian, kalibrasi, dan inspeksi industri minyak dan gas, pertama kali hilang pada 10 Agustus. 

Kala itu, dua teknisi dari perusahaan tersebut mengetahui perangkat itu hilang saat kembali ke kendaraan mereka setelah selesai bertugas di Seremban.

"Kami mengimbau siapapun yang memilikinya untuk menghubungi polisi atau AELB. Jangan membukanya. Itu tidak bisa jatuh ke tangan yang salah karena konsekuensinya bisa mematikan," ucap AELB.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close