Internasional

Perdagangan Manusia Jadi Masalah HAM Terburuk di Dunia

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Jakarta: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan Jr menilai kasus perdagangan manusia merupakan permasalahan hak asasi manusia (HAM) yang paling buruk dan harus segera diselesaikan. Meski demikian, dia mengatakan harus ada tindakan dan tekad yang kuat dalam menghentikannya.
 
Baca juga: WNI Korban Perdagangan Manusia Raih Penghargaan dari AS.
 
"Perdagangan orang adalah salah satu permasalah HAM yang paling mendesak saat ini dan juga merupakan prioritas teratas kebijakan luar negeri AS. Saat ini kami memiliki program untuk meningkatkan perlindungan bagi korban perdagangan orang di Indonesia dan memerangi perdagangan orang di industri perikanan," ucap Donovan saat menggelar resepsi penganugerahan penghargaan "Trafficking In Person Heroes" kepada mantan korban perdagangan orang Maizidah Salas, di kediamannya, Jakarta, Selasa 4 September 2018.
 
Donovan menuturkan, saat ini AS melakukan kerja sama dengan Indonesia untuk memberangus perdagangan manusia di sektor perikanan. Menurut dia, harus ada political will atau kesadaran politik dalam memberantas perdagangan orang.
 
"Perdagangan orang adalah permasalah yang tidak hanya membutuhkan langkah kerja hukum, tapi juga untuk melindungi korban dan menangkap para pelaku. Namun, juga dibutuhkan kebijakan politik untuk menegakan UU perdagangan orang dalam rangka melindungi kelompok lemah dan rentan di masyarakat kita," sambungnya.
 
Dia meambahkan, laporan mengenai perdagangan orang yang dirilis pihaknya menyoroti pentingnya peran masyarakat dan pemerintah mengatasi kasus ini. Karenanya, dia memberikan penghargaan kepada Maizidah usai melihat upayanya yang tidak kenal lelah mengadvokasi para korban dan bersama dengan sejumlah LSM dan juga pemerintah, berupaya untuk melawan perdagangan manusia.
 
"Laporan perdagangan manusia pada tahun ini menyoroti pentingnya kerja masyarakat setempat untuk menghentikan perdagangan manusia dan memberikan bantuan kepada para korban perdagangan manusia. Laporan ini juga menyoroti cara-cara yang digunakan oleh pemerintah dalam mengatasi peragadangan manusia, dalam semangat ini laporan tahun perdagangan manusia menunjukan komitmen kami dalam memberantas perdagangan manusia di seluruh dunia, termasuk juga di AS," tukasnya.
 
Maizidah sendiri adalah orang Indonesia keenam yang mendapatkan penghargaan ini. Sebelumnya penghargaan ini juga diterima oleh Elly Anita pada tahun 2009, Nirmala Bonat pada 2008, Wahyu Susilo pada 2007, Kyai Hussein Muhammad pada 2006, dan Dewi Huges pada 2005.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close