Internasional

Peretas Korut Dituding Rampok Rp16 T dari Bank Global

Ilustrasi peretasan. (Foto: Dok. Medcom.id).

Washington: Lembaga pengawas keamanan dunia maya Amerika Serikat (AS), FireEye mengatakan kelompok peretas Korea Utara (Korut) melakukan serangan kepada bank-bank dunia. Kelompok bernama APT38 itu diduga berusaha mencuri lebih dari USD1,1 miliar atau sekitar Rp16 triliun secara agresif.

Dalam laporan FireEye disebutkan operasi dilakukan ke 16 organisasi di 11 negara. Menurut mereka, serangan terkadang dilakukan bersamaan.

Hal ini menunjukkan kelompok tersebut memiliki operasi besar dengan sumber daya yang memadai. Pemerintah Korea Utara diduga terlibat dalam serangan ini.

Mereka menuding Pemerintah Korut menggunakan jaringan gelap untuk melakukan kejahatan ini. "Korut yang terkena sanksi dan kekurangan uang menggunakan serangan siber untuk menghasilkan dana gelap dari pembayaran uang tebusan, peretasan pertukaran cryptocurrency dan perintah transfer antarbank," ungkap laporan baru dari Foundation for Defense of Democracies, dilansir dari CNN, Kamis, 4 Oktober 2018.

Samantha Ravich, penasihat senior dan peneliti utama Proyek Perang Ekonomi Siber (CEEW) memperingatkan Pyongyang juga dapat menggunakan kemampuan siber mereka untuk menyerang ekonomi AS.

"Lima belas atau bahkan 10 tahun lalu, saat sanksi AS terhadap Korea Utara masih sangat kuat, tidak pernah ada pertimbangan kemampuan negara tersebut menargetkan ekonomi AS," kata Ravich.

"Sekarang, Korut memiliki salah satu operasi siber paling mampu dan agresif. Untuk menghadapi sanksi ekonomi AS yang kuat, Pyongyang bisa menggunakan kemampuan siber mereka menyerang ekonomi AS," tukasnya.

Peretas Korut dinilai melakukan beberapa serangan siber paling berani dalam beberapa tahun terakhir. Kasus yang terlihat, mulai dari menyedot jutaan dolar hingga mencuri rahasia negara.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close