Internasional

Periksa Kamera Tersembunyi, Toilet Umum Korsel Digeledah

Pemeriksaan toilet umum di Korea Selatan (Foto: AFP).

Seoul: Pemeriksaan harian toilet umum diberlakukan di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Hal ini untuk memastikan tidak ada kamera tersembunyi yang terpasang didalamnya.
 
Kasus kamera pemantau rahasia atau yang dikenal dengan istilah 'molka' membuat geram para aktivis di Negeri Ginseng tersebut.
 
Video atau foto yang terekam kamera 'molka' itu diunggah secara online tanpa sepengetahuan korban. Lebih dari 6.000 kasus dilaporkan pada 2015, mengalami peningkatan sebesar tiga kali lipat dari 2012.
 
Aksi pemeriksaan mulai dilakukan setelah puluhan ribu wanita turun ke jalan-jalan di Seoul untuk berdemonstrasi pada awal Agustus dengan membawa plakat 'Korea Selatan Negara Spy Cam' dan 'Kehidupan Saya bukan Hal Porno Anda". Diketahui bahwa 80 persen korban dari kamera 'molka' ini adalah perempuan.
 
Dilansir dari kantor berita Yonhap, Selasa 4 September 2018, pihak berwenang hanya memperkerjakan 50 pekerja untuk memeriksa lebih dari 20.000 toilet umum setiap harinya.
 
Berdasarkan rencana baru yang ditetapkan pemerintah setempat, sekitar 8.000 pekerja tambahan yang saat ini bertugas menjaga toilet akan diberi tugas ekstra untuk memeriksa kamera di tiap bilik toilet.
 
1.000 toilet umum yang dinilai rentan terhadap kejahatan kamera 'Molka' akan diperiksa lebih sering. Namun, pihak berwenang mencatat bahwa lebih dari 50 petugas yang memeriksa tiap toilet belum menemukan satu perangkat pun.
 
Polisi mengalami kesulitan dalam menangkap dalang kejahatan ini dan menyalahkan munculnya media sosial serta ketersedian perangkat yang memudahkan terjadinya 'Spy Cam Porn'.
 
Walaupun kamera 'molka' menjadi pembicaraan hangat, 90 persen dari catatan kejahatan yang terjadi adalah laporan perekaman menggunakan telepon genggam biasa.
 
Menurut data statistik pemerintah, pelaku yang ditangkap karena merekam video orang lain secara diam-diam kurang dari 9 persen dan dihukum, namun kritikus mengharapkan untuk memberi hukuman yang lebih keras terhadap para kriminal. (Khalisha Firsada)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close