Peringatan HUT RI Tahun Ini Berbeda, Tidak Ada Perekrutan Paskibraka

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Tahun ini, peringatan HUT RI ke-75 pada Agustus mendatang bakal terasa berbeda, karena masih situasi pandemi virus corona (COVID-19).

Upacara peringatan HUT RI ke-75 yang biasanya dimeriahkan dengan pengibaran bendera oleh barisan rapi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), kini tidak tidak dapat dinikmati. Pasalnya pasukan Paskibra yang akan mengibarkan bendera hanya berjumlah 3 orang.

Berita Lainnya

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan sebanyak tiga anggota Paskibraka yang akan diturunkan untuk mengibarkan bendera pusaka saat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020 mendatang. Sementara satu orang Paskibraka yang sebagai cadangan.

“Kita mengambil keputusan bahwa paskibra yang digunakan hanya tiga itu diambil plus cadangan satu yang akan mengibarkan bendera saja di lapangan itu,” ujar Heru dalam siaran Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020).

Heru menututkan anggota Paskibraka yang bertugas pada upacara 17 Agustus mendatang merupakan anggota Paskibraka tahun 2019.

“Kami ambil dari Paskibra 2019 yang 2019. Artinya yang inti di 2019 sudah muncul, ini ada cadangan, cadangan di 2019 yang kami ambil untuk kegiatan Paskibra di 2020,” ucap dia

Selain Paskibraka, tamu undangan pun, hanya akan menghadiri peringatan HUT Kemerdekaan RI secara virtual. Heru menambahkan, semua semata-mata demi protokol kesehatan akibat adanya pandemi COVID-19.

“Kebiasan dari Istana mengundang masyarakat itu kami tidak (lakukan). Terkait yang lain, mungkin kami undang secara virtual. Jadi undangan tetap kami edarkan ke para menteri dan kepala lembaga. Tapi mereka di tempat masing-masing. Kira-kira seperti itu. Dan kami tidak mengundang masyarakat karena kondisi (pandemi). Kita paham bahwa masih ada PSBB dan kita utamakan kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan,” jelas Heru lebih lanjut.

Hal sama juga berlaku untuk tamu undangan penting, mulai dari menteri-menteri serta mantan Presiden dan keluarganya. Jika biasanya mereka selalu hadir langsung di Istana, dengan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing, maka pada tahun ini mereka mengikuti jalannya upacara tidak langsung dari Istana, melainkan hadir secara virtual.

Serangkaian acara persembahan hiburan juga akan berkurang secara jumlah personil yang terlibat, guna meminimalisir adanya kerumunan. Begitu pula dengan tamu undangan, dan masyarakat umum yang hadir langsung di Istana. Jika selama ini masyarakat dapat hadir, maka nantinya tidak ada masyarakat yang hadir di Istana. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *