Peringati May Day, Tujuh Menteri Termasuk Menaker Spanyol Ikut Aksi Demo

  • Whatsapp
Peringatan may day di Berlin, Jerman. Foto: AFP

INDOPOLITIKA.COM – Peringatan may day di sejumlah negara Eropa seperti di Prancis, Spanyol dan Jerman diwarnai aksi rusuh pedemo. Di kota-kota Prancis, demonstran bentrok dengan polisi, memecahkan jendela dan menyalakan api.

Polisi menanggapi aksi ini dengan menembakkan gas air mata dan menangkap puluhan pengunjuk rasa. “Kami memiliki banyak alasan untuk datang dan berkumpul,” kata Ivan Gineste, (50), pengunjuk rasa yang bekerja di kota tenggara Lyon.

Berita Lainnya

Anggota gerakan rompi kuning, yang mengadakan demonstrasi rutin menentang kebijakan Presiden Emmanuel Macron dua tahun lalu sebelum akhirnya gagal, juga dapat terlihat di protes di seluruh negeri.

Melansir PressTV, di Jerman, para pengunjuk rasa turun ke jalan di beberapa kota, melemparkan kembang api, botol, dan batu dalam protes atas masalah-masalah mulai dari ketidaksetaraan sosial hingga kenaikan harga sewa hingga kebijakan imigrasi negara itu dan penentangan terhadap pembatasan virus corona.

Peringatan may day di Berlin, Jerman. Foto: AFP

Polisi menanggapi dengan semprotan merica dan penahanan pada protes May Day kedua sejak dimulainya pandemi. Kerumunan lebih besar tahun ini meskipun ada persyaratan jarak sosial.

Ribuan orang juga berunjuk rasa di lebih dari 70 kota di seluruh Spanyol dalam demonstrasi Hari Buruh pertama sejak pandemi dimulai.

Demonstrasi utama di Madrid, yang dibatasi untuk 1.000 orang, dimulai pada tengah hari dengan slogan “sekarang saatnya menyampaikan,” dengan para peserta berbaris dari balai kota ke alun-alun kota Puerta del Sol.

Di Spanyol, Tujuh menteri pemerintah menghadiri demo termasuk Menteri Tenaga Kerja Yolanda Diaz serta perwakilan dari tiga partai sayap kiri yang mencalonkan diri dalam pemilihan daerah Selasa di Madrid.

Berbicara tentang pawai, Diaz mengatakan pekerjaan adalah kunci untuk mengatasi krisis ekonomi. “Krisis telah membuat kami menghadapi model ketenagakerjaan yang ketinggalan jaman, didasarkan pada pekerjaan lepas, musiman dan ketidaksetaraan. Itulah yang telah mulai diubah oleh kementerian tenaga kerja,” katanya. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *