Perintah FPI, Pemerintah Harus Cabut Izin Cekal Habib Rizieq Segera

  • Whatsapp
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab saat menunjukan surat pencekalanya.

INDOPOLITIKA.COM – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, mendesak Pemerintah Indonesia agar mengirimkan surat izin kepada otoritas Kerajaan Saudi Arabia untuk memperbolehkan Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

Diakui Munarman, hingga saat ini Habib Rizieq masih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang harus dilindungi seluruh haknya oleh Pemerintah. Hal itu, menurut Munarman tertuang pada Pasal 28 ayat I UUD 1945.

Muat Lebih

“Kami menuntut hak-hak dasar Habib Rizieq Shihab selaku WNI tidak diganggu atas dasar perintah konstitusi. Pemerintah Indonesia harus kirimkan surat izin ke Kerajaan Saudi Arabia bahwa Habib Rizieq Shihab tidak perlu dicegah lagi,” tuturnya, Senin (11/11/2019).

Munarman menegaskan, alasan Habib Rizieq Shihab tidak dapat meninggalkan wilayah Saudi Arabia bukan karena persoalan hukum, melainkan soal keamanan.

Padahal menurutnya, Kerajaan Saudi Arabia sudah menyatakan diri siap memulangkan Habib Rizieq ke Tanah Air kapan pun selama ada izin dari Pemerintah Indonesia.

“Perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa alasan Habib Rizieq Shihab tidak bisa meninggalkan wilayah Kerajaan Saudi, dalam dokumen yang dipegang oleh Habib Rizieq Shihab adalah semata-mata karena alasan keamanan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab mengklaim belum bisa pulang ke Indonesia karena tak boleh keluar dari Arab Saudi. Rizieq kemudian menunjukkan dua lembar kertas yang ia sebut sebagai surat pelarangan ia keluar dari negeri itu.

“Jadi kedua surat ini merupakan bukti nyata, real, otentik, bahwa saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia,” kata Rizieq melalui telekonferensi pada acara Maulid Nabi Muhammad di DPP FPI 8 November 2019, dikutip dari tayangan YouTube Front TV.

Rizieq mengatakan, kertas pertama berisi salinan visa, kemudian kertas kedua berisi salinan surat pencekalan dirinya.

Saat Rizieq membacakan isi kertas yang kedua, ia menyebut di dalamnya alasan pemerintah Arab mencekalnya adalah alasan keamanan.

Rizieq mengklaim ia hanya dicekal karena alasan tersebut dan atas dasar permintaan pemerintah Indonesia. Ia menyebut dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran apa pun, baik pidana mau pun perdata.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *