INDOPOLITIKA – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengambil langkah berani dengan mencadangkan seluruh pemain intinya, ketika timnya menjami klub Jerman, dalam lanjutan putaran kelima babak penyisihan Liga Champions, Rabu (26/11/2025).

Dibanding saat lawan Newcastle di Liga Premir akhir pekan lalu, Pep Guardiola hanya mempertahankan gelandang Nico Gonzalez di susunan line up melawan Bayern Leverkusen.

Pemain-pemain kunci seperti Gianluigi Donnarumma, Ruben Dias, Jeremy Doku, Erling Haaland, dan Phil Foden semuanya berada di bangku cadangan, digantikan oleh Nathan Ake, Rayan Ait-Nouri, Abdukodir Khusanov, Rico Lewis, dan Oscar Bobb.

Akibatnya, Man City gagal menerapkan gaya bermain mereka saat menjamu Bayern Leverkusen dan kalah 0-2.

Hasil ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Man City di kandang sendiri di babak penyisihan grup Liga Champions setelah 24 pertandingan, sejak September 2018. Mereka juga mengakhiri rekor 13 kemenangan beruntun melawan tim-tim Jerman di kandang sendiri di Liga Champions, sejak kalah 1-3 dari Bayern pada Oktober 2013.

Setelah pertandingan, Guardiola mengakui ia “terlalu baik” dalam memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang bermain.

“Terlalu banyak pergantian. Mungkin terlalu banyak, melihat hasilnya,” ujarnya dikutip dari ESPN.

“Saya ingin semua orang terlibat, tapi mungkin saya bertindak terlalu jauh. Ini pertama kalinya dalam hidup saya melakukan itu, dan itu terlalu berlebihan,” sambungnya.

Pelatih asal Spanyol ini yakin bahwa bermainnya pemain kunci secara konstan memaksanya untuk melakukan rotasi di tengah jadwal yang padat, tetapi pemain yang jarang bermain sulit mendapatkan kepercayaan diri yang dibutuhkan.

Menurut Guardiola, keinginan untuk menjaga kekompakan dalam skuad terkadang bisa kontraproduktif, terutama ketika lawannya adalah Leverkusen – klub yang terorganisir dengan baik dan disiplin.

“Ketika bermain secara teratur, Anda merasa lebih nyaman. Ketika tidak bermain, terkadang Anda takut membuat kesalahan. Namun, sepak bola adalah tentang keberanian untuk melakukan sesuatu, berani mengambil risiko,” ungkapnya.

“Erling tidak bisa bermain 95 menit setiap pertandingan,” tegasnya.

“Dia baru bermain dua pertandingan penuh untuk Norwegia, lalu merayakan tiketnya ke Piala Dunia 2026 bersama tim, lalu bermain melawan Newcastle. Saya ingin memberinya waktu bermain yang berkualitas, alih-alih memaksanya bermain terus-menerus.”

Man City masih berada di posisi keenam dengan 10 poin, posisi yang memungkinkan mereka langsung lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Di tiga pertandingan tersisa, mereka akan menghadapi Real Madrid, Bodo/Glimt, dan Galatasaray.

Target Man City adalah finis di 8 besar untuk menghindari skenario buruk seperti musim lalu, ketika mereka finis di peringkat ke-22 dan harus bermain di babak play-off melawan Real Madrid.

“Kami punya tiga pertandingan tersisa dan kita lihat saja nanti,” tegas Guardiola.

“Sekarang yang penting jangan terlalu banyak bicara, tetap tenang, dan nantikan pertandingan Liga Primer berikutnya,” demikian Guardiola. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com