Perkara Suap di MA, KPK Periksa Hakim Agung Gazalba Saleh

KPK periksa Hakim Yustisial inisial EW kasus suap perkara di MA/ist

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Hakim Agung Gazalba Saleh terkait dugaan suap dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

“Benar. Hari ini tim penyidik menjadwalkan pemanggilan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi di MA,” ujar Kepala Pemberitaan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Surat pemanggilan sudah diterima Gazalba. KPK berharap Gazalba kooperatif.

“Kami berharap para pihak tersebut kooperatif hadir memenuhi panggilan yang dimaksud,” ucap Ali.

Terkait perkara ini, KPK memastikan sudah mengantongi bukti kuat yang menjerat Gazalba Saleh, sehingga KPK meyakini tidak ada kesalahan saat menetapkanya sebagai tersangka.

“KPK sudah memiliki kecukupan alat bukti sehingga  menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka dalam perkara dimaksud,” kata Ali.

KPK yakin bukti yang dimilikinya bisa dipertanggungjawabkan. Lembaga Antikorupsi itu juga percaya diri bakal memenangkan gugatan praperadilan yang diajukan Gazalba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Proses penanganan perkara ini pun, telah sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku,” ucap Ali.

Sebelumnya, Gazalba Saleh mengajukan praperadilan terkait penetapan tersangka oleh KPK. Dia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Klasifikasi perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka,” tulis laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, Jumat, 25 November 2022.

Permohonan praperadilan itu dicatat pada nomor perkara 110/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL. Gazalba mendaftarkan permohonan itu per hari ini dengan status tergugat adalah KPK.

Pada petitumnya, Gazalba meminta majelis hakim menyatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan KPK Nomor: B/714/DIK.00/23/11/2022 per 01 November 2022 terkait penetapan tersangka tidak sah dan tak berdasar atas hukum.

Gazalba juga meminta haknya dipulihkan mulai dari kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *