Internasional

Perlindungan Pekerja Migran Penting untuk Pembangunan Dunia

Menlu RI di pertemuan Road to Marraketch. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

New York: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan perlindungan pekerja migran sangat penting. Menurut dia, bukan hanya karena kemanusiaan, melainkan juga demi pembangunan dunia.

"Perlindungan pekerja migran bukan hanya isu kemanusiaan tapi juga isu pembangunan," kata dia di pertemuan agenda sampingan Road to Marrakech dalam rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum ke-73 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat 28 September 2018.

Retno mengatakan isu migrasi salah satu isu yang menjadi perhatian dunia karena arus perpindahan yang memberikan tantangan baru bagi dunia internasional. Menurut dia, hal tersebut tidak bisa dihindari, namun negara-negara di dunia dapat bekerja sama mengatasi masalah tersebut.

"Para pekerja migran dapat menjadi salah satu medium untuk pemerataan kesejahteraan dan pencapaian 2030," imbuh dia.

Menurut Retno pengiriman uang dari pekerja migran mencapai USD466 miliar atau sekitar Rp6.944,3 triliun.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata Retno, harus dibarengi dengan pendekatan komprehensif. Dia menyampaikan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam bertindak.

"Pertama membentuk sinergi dan kepercayaan antara negara asal, transit dan tujuan migrasi. Kedua, membentuk perjanjian bilateral antarnegara yang terlibat untuk perlindungan dan kesejahteraan serta adaptasi budaya. Dan ketiga, menguatkan mekanisme regional dan internasional melalui penguatan peningkatan kapasitas untuk menciptakan migrasi yang aman, teratur dan regular," tukasnya.

Pertemuan Road to Marrakesh menjadi bagian dari rangkaian proses negara-negara untuk negosiasi Global Compact for Safe, Orderly and Reguler Migration (GCM) yang direncanakan akan disahkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Marrakesh, Maroko. CGM akan menjadi pedoman untuk perlindungan dan pengembangan hak-hak migran.

Selain Menlu RI, pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah toko dunia lainnya, seperti Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani, Menteri Imigrasi kanada dan Menlu Brasil Aloysio Nunes.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close