Pemerintahan

Perlunya Inkubator yang Berdampak bagi Pengembangan Potensi UMKM

 

JAKARTA- “Industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak bisa dipisahkan dari e-commerce di Indonesia, bahkan sektor tersebut berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pemerintah serius untuk menangani UMKM sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menerima perwakilan McKinsey Indonesia, Jumat, 29 Juni 2018 yang datang untuk menyampaikan temuan risetnya.

Pihak McKinsey merupakan konsultan yang tidak hanya membantu pihak swasta dalam pengambilan kebijakan, namun juga membantu pemerintah Indonesia dalam strategi dalam pengambilan kebijakan publik. McKinsey juga berpartisipasi aktif membentuk Yayasan Pemimpin Muda Indonesia (Young Leader for Indonesia).

Menurut Presiden Direktur McKinsey Indonesia, Phillia Wibowo, UMKM memiliki dampak yang luas di Indonesia, tidak hanya memiliki dampak ekonomi saja.

“Ambil contoh di Klaten, Jawa Tengah. Pengrajin patung Bebek Bagas, sebelum mengenal digital commerce pada tahun 2010, hanya bisa menjual 50 patung perbulan, Setelah mengenal digital commerce, pihak Bebek Bagas dapat menjual 2000-3000 patung perbulan.“, ucap wanita lulusan ITB tahun 1998.

Menurut Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, “Rapor pemerintahan dapat diukur dari 5 indikator ekonomi antara lain: pertumbuhan ekonomi, jumlah pengangguran, kemiskinan, nilai ketimpangan (yang diukur dalam koefisien gini), dan inflasi. Perlu ada studi lebih lanjut apakah UMKM benar-benar berdampak pada indikator tersebut”

Digital commerce, termasuk didalamnya UMKM berdampak dalam ‘social development.’ Kami melihat, UMKM di Indonesia memiliki potensi berkembang cukup pesat, meskipun saat ini jumlahnya masih kecil.”, ucap Phillia.

Perlunya Inkubator-inkubator UMKM

“Orang Indonesia sangat kreatif dan ethnic, hal ini yang membuat peluang Indonesia besar dalam menghasilkan produk dengan sentuhan seni. Apalagi  Indonesia memiliki beraneka ragam suku dan budaya”. kata Phillia Wibowo.

Moeldoko juga menambahkan saat ini diperlukan inkubator-inkubator UMKM yang berdampak bagi pengembangan potensi UMKM di Indonesia, contohnya putrinya yang saat ini menjadi inisiator dalam pembentukan Sahabat UMKM Indonesia.  Perlu diketahui bahwa Sahabat UMKM adalah sebuah komunitas yang menjadi sarana penyampaian ilmu dan wadah interaksi antara Pelaku UMKM dan Profesional Kewirausahaan.

“Sesuai dengan agenda Presiden Jokowi, yaitu dalam poin nawacita ke 6. Jika Pemerintah serius ingin membentuk equality, yaitu memberi kesempatan yang sama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. The point is opportunity, and E-commerce opens opportunity.”, tambah Senior Partner McKinsey Indonesia, Kaushik Das.

Menutup diskusi, Moeldoko yakin bahwa di masa depan, akan banyak rintangan tetapi penuh dengan peluang bagi anak muda.

“Di masa depan ada opportunity yang luar biasa untuk anak muda. Masih ada ruang-ruang kosong yang bisa diisi, asalkan ada kreatifitas dan kemauan, serta sistem yang tertata dengan baik. Saya yakin Indonesia akan mampu melewati rintangan ini.”, ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Tags

Artikel Terkait

Close
Close