Permasalahan Pelaksanaan PPDB yang Selalu Terulang, Ada Pembiaran dari Tahun ke Tahun

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Prapendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah daerah telah dibuka secara bertahap. Namun, karena adanya pandemi corona (COVID-19) proses pendaftaran pun dilakukan secara online.

Sayangnya, pada saat pelaksanaan PPDB banyak orang tua siswa yang menyerukan sejumlah permasalahan. Mulai dari proses pendaftaran yang sulit, data siswa yang tak diterima, hingga persoalan terkait batasan usia.

Bacaan Lainnya

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menganggap, kisruh pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) bukan terjadi kali ini saja, tapi rutin dari tahun ke tahun.

“Bahkan sejak periode (pertama) Presiden Jokowi yang lalu,” kata Ubaid, Kamis (25/6/2020).

Menurut Ubaid, kisruh ini kembali muncul lantaran terjadi pembiaran. Sedangkan, pemerintah sebenarnya tahu potensi ini kerap muncul setiap tahun, terlebih proses PPDB tahun ini berlangsung di tengah wabah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

“Tiap tahun rame seperti ini, tapi gak ada penyelesaian. Ya ini namanya pembiaran,” ujarnya.

Ubaid juga menganggap, munculnya masalah PPDB tahun ini karena bagian dari sistem PPDB yang setengah hati, atau lebih tepatnya zonasi setengah hati. Menurut dia, penerapan zonasi yang masih 50% juga turut menyumbang masalah baru bagi daerah-daerah, sehingga hal ini mempengaruhi kualitas pendidikan kita.

Diketahui, Permendikbud No. 44 tahun 2019 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK, menyebutkan seleksi PPDB SMP dan SMA dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat, baru kemudian usia.

Ini berbeda dengan seleksi jalur zonasi dan perpindahan orang tua atau wali di jenjang SD, di mana usia menjadi urutan pertama disusul jarak tempat tinggal dan sekolah.

Sementara aturan mengenai batas usia diatur pada pasal 6 yang menyebutkan, calon peserta didik baru kelas 7 SMP maksimal berusia 15 tahun pada 21 Juli. Sedangkan untuk calon siswa jenjang SMA atau SMK berusia 21 tahun pada 1 Juli 2020. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *