Permintaan Produksi Manufaktur Kian Merosot Pemerintah Diminta Segera Mengatasinya

  • Whatsapp
Permintaan Industri Manufaktur Menurun

INDOPOLITIKA.COM- Permintaan atas produksi di sektor manufaktur  mengalami penurunan. Hal itu diketahui dari data Badan Pusat Statistik (BPS) serta IHS Markit Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia.

Ekonom Center or Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, gejala ini sudah terlihat dari penerimaan pajak yang bersumber dari industri manufaktur yang terus merosot di semester II 2019. Selain itu juga bisa kita lihat dari indeks penjualan rill yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI)

Baca Juga:

“Artinya memang keterlambatan pertumbuhan permintaan relatif terjadi,” ujar Yusuf.

Yusuf menambahkan kondisi pertumbuhan sektor manufaktur yang stagnan ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Jadi, tidak heran jika tahun ini permintaan produksi kian merosot.

kata dia, seharusnya pemerintah membuat gebrakan dan terobosan baru untuk menyelamatkan pertumbuhan di sektor industri manufaktur. Ia menyarankan mulai saat ini pemerintah harus melonggarkan kebikalan fiskal dan moneter dalam rangka menstimulus sektor industri manufaktur.

“Ketika kebijakan bisa mendorong dari sisi permintaan maka ada aktivitas ekonomi, inilah yang bisa bermuara terhadap kenaikan permintaan produk-produk industri manufaktur,” ujar Yusuf.

Seperti diketahui, penerimaan perpajakan dari sektor manufaktur tercatat hanya sebesar Rp215,58 triliun per Agustus 2019 atau terkontraksi -4,8% (yoy).

Indeks penjualan riil juga menunjukkan adanya perlambatan penjualan eceran per Agustus 2019 dimana penjualan riil hanya tumbuh 1,1% (yoy).

Data yang sama juga memproyeksikan bahwa penjualan eceran pada kuartal III/2019 juga akan tumbuh melambat sebesar 1,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di mana penjualan eceran bisa tumbuh 4,6% (yoy).[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *