Hukum

Pernah Jadi Tersangka Kasus Saksi Palsu di MK, Bambang Widjojanto Perlu Diwaspadai

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno resmi mendaftarkan gugatan hasil penghitungan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) Jumat (24/5) malam.

Gugatan didaftarkan langsung oleh ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) didampingi sejumlah kuasa hukum lainnya sekitar Pukul 22.30 WIB.

Menanggapi langkah pasangan calon presiden nomor urut 02 ini, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas N Zubir menyebut pihaknya dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu mewaspadai sepak terjang BW di persidangan nantinya.

“Karena BW pernah terjerat kasus saksi palsu di MK. Beberapa tahun yang lalu ketika masih berkecimpung menangani berbagai sengketa pilkada, di kalangan calon kepala daerah, BW dikenal piawai membuat berbagai trik untuk memenangkan sengketa pilkada,” ujar Inas di Jakarta, Sabtu (25/5).

Ketua DPP Partai Hanura ini kemudian mengingatkan kasus yang pernah menjerat mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

“BW pernah menjadi tersangka kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010, di mana keterangan palsu oleh saksi-saksi diduga telah di-setting. BW saat itu menjadi pengacara pasangan calon bupati-wakil bupati Ujang Iskandar-Bambang Purwanto, tetapi kemudian kasusnya di deponering pada 2016,” ucapnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close