Perombakan di Golkar: Lodewijk Gantikan Azis Sebagai Waka DPR, Adies Waketum, Firman Gantikan Roem Kono

  • Whatsapp
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, bersama Sekretaris Jenderal Partai Golkar Letjen (purn) Lodewijk Freidrich Paulus (kiri). Foto: Antara

INDOPOLITIKA.COM – Partai Golkar bergerak cepat merubah posisi Wakil Ketua DPR sepeninggal Azis Syamsuddin yang sudah resmi menjadi tersangka KPK. Selain di DPR, Golkar juga mengganti posisi dua wakil ketua umumnya.

Untuk posisi Wakil Ketua DPR, Golkar mempercayakannya kepada Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus. Sementara untuk posisi wakil ketua umum atau waketum Golkar bidang politik, hukum, dan keamanan (polhukam) yang sebelumnya juga dijabat Azis, kini diisi oleh Sekretaris Fraksi Golkar DPR Adies Kadir.

Berita Lainnya

Ketua DPP Golkar Firman Soebagyo membenarkan pergantian posisi tersebut. Firman sendiri kini dipercaya sebagai waketum bidang sosial menggantikan Roem Kono yang menjadi duta besar (dubes).

“Iya (Lodewijk jadi wakil ketua DPR). Lalu ada pergantian wakil ketua umum. Yang menggantikan posisi wakil ketua umum di bidang polhukam itu adalah Pak Adies,” kata Firman kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

“Karena Pak Roem Kono sebagai dubes (duta besar), saya menggantikan wakil ketua umum bidang sosial. Tiga itu yang diputuskan, sama keputusan untuk rapat HUT Golkar pada Oktober,” sambungnya.

Sedikit informasi tentang Lodewijk Freidrich Paulus. Ia saat ini duduk sebagai anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, intelijen, komunikasi, dan luar negeri. Ia merupakan politikus berlatar purnawirawan letnan jenderal TNI.

Pria kelahiran Manado, 27 Juli 1957 ini pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 2009-2011, menggantikan Mayor Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Setelah itu, Lodewijk menjadi Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan dari September 2011 hingga Juni 2013.

Jabatan terakhirnya sebelum pensiun dari militer adalah Komandan Komando Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD, dari Juni 2013 hingga Juli 2015. Di Golkar, Lodewijk sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Kajian Strategis dan SDM.

Dia lalu didapuk menjadi Sekretaris Jenderal Golkar pada 2018, ketika Airlangga terpilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto. Airlangga kembali memilih Lodewijk menjadi sekretaris jenderal setelah terpilih lagi dalam Musyawarah Nasional Golkar akhir 2019 lalu. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *