Nasional

Persaudaraan Alumni 212 Sebut Pertemuan dengan Jokowi untuk Meminta Penghentian Kriminalisasi Ulama

Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu lalu. Menurut Ketua Tim 11 PA 212 Misbahul Anam, para ulama dan yang hadir meminta presiden untuk menghentikan sejumlah kasus hukum para ulama dan aktivis 212.

“Kami mengharapkan Presiden menghentikan kriminalisasi ulama,” ujar Anam dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Anam menambahkan pertemuan itu dilakukan secara tertutup tanpa ada publikasi. Dalam pertemuan tersebut, kata Anam, perwakilan PA 212 juga menyampaikan tuntutan secara santun sebagai pengingat kepada Presiden.

“Para ulama yang bertemu Presiden tetap istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan dan tetap meminta Presiden untuk menghentikan kriminalisasi,” jelas Anam.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui bertemu dengan tokoh alumni gerakan 212 di Istana Bogor, Jawa Barat pada Minggu kemarin, meski menolah memberikan secara detail isi dari pertemuan itu.

“Ya, mengenai pertemuan hari Minggu, saya kan hampir tiap hari, hampir tiap minggu, baik ke pondok pesantren, bertemu dengan ulama, juga mengundang ulama datang ke istana,” ujar Joko Widodo di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pertemuan itu dilakukan untuk menyambung tali silaturahmi dengan para tokoh dan ulama.

“Menjalin persaudaraan, menjalin ukhuwah di antara kita. Dalam rangka menjaga persaudaraan, menjaga persatuan,” tambah Jokowi, sapaan akrab presiden.

Jokowi berharap, dengan pertemuan itu permasalahan yang ada di masyarakat bisa diselesaikan.

“Dengan beriringnya antara ulama dan umaro, kita dapat menyelesaikan banyak masalah, banyak problem, persoalan yang ada di umat,” jelas Jokowi lagi. (aa)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close