Pertama di Dunia, Jepang Sukses Lakukan Transpalantasi Gagal Jantung dengan Ips Cell  

  • Whatsapp
Profesor bedah kardiovaskular di Universitas Osaka, Yoshiki Sawa.

INDOPOLITIKA.COM – Sebuah tim peneliti yang dipimpin profesor sekolah kedokteran Jepang mengatakan bahwa mereka telah sukses, melakukan transplantasi jaringan otot jantung pertama di dunia menggunakan sel-sel induk yang diturunkan secara artifisial yang dikenal sebagai iPS.

iPS Cells atau disebut juga “Iduced Pluripotent Stem” cells atau “Sel induk pluripoten diinduksi”, kedalam sel otot jantung dan memindahkannya ke dalam jantung pasien.

Baca juga:

Profesor Bedah Kardiovaskular di Universitas Osaka Yoshiki Sawa mengatakan, transplantasi dilakukan Senin (27/12/020), dalam uji klinis untuk mempelajari efektivitas dan keamanan pengobatan pada pasien dengan gagal jantung yang serius.

“Diharapkan bahwa transplantasi sel iPS akan berfungsi sebagai alternatif untuk transplantasi jantung, yang telah menjadi satu-satunya pilihan untuk mengobati gagal jantung,” katanya kepada media setempat.

Menurut dia, perawatan eksperimental ini akan diberikan kepada 10 pasien dengan kardiomiopati iskemik, suatu kondisi di mana otot-otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup karena arteri yang membeku. Dalam studi percobaan, selembar jaringan otot jantung yang terbuat dari sel-sel induk ditransplantasikan ke daerah yang terkena jantung.

Tim menggunakan sel iPS yang disimpan di Universitas Kyoto untuk meminimalkan risiko penolakan kekebalan. Tim Sawa awalnya berupaya melakukan transplantasi pada Maret 2019, tetapi rencana itu ditunda setelah gempa bumi besar di wilayah Osaka pada Juni 2018 merusak fasilitas penelitian di Rumah Sakit Universitas Osaka di mana sel-sel iPS ditanam.

Penyakit gagal jantung sendiri adalah suatu kondisi di mana otot jantung tidak dapat memompa cukup darah melalui jantung, sehingga menyebabkan seorang penderita mengalami sesak napas dan kelelahan dan membuat kegiatan sehari-hari menjadi sulit dan diperkirakan 1 juta orang di Jepang menderita penyakit ini dan angka itu diprediksi dapat terus meningkat. [asa]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *