Petahana vs 6 Mantan Pejabat Berebut Dukungan Gerindra Labuhanbatu

  • Whatsapp
Salah seorang bakal calon Bupati Labuhanbatu, saat mengambil formulir di DPC Gerindra.

INDOPOLITIKA.COM – Persaingan memperebutkan dukungan DPC Gerindra untuk pemilihan Bupati Labuhanbatu pada Pilkada serentak 2020 mendatang dipastikan berlangsung menarik. Pasalnya, selain petahana saat ini, Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe yang telah mengambil formulir pendaftaran, ada enam mantan pejabat yang juga siap bersaing.

Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah DPC Gerindra Labuhanbatu, Muhammad Q Rudi mengatakan enam bakal calon yang mengambil formulir yakni, Muhammad Yusuf mantan Kabag Keuangan di Labuhanbatu dan kini masih menjabat salah satu posisi di Pemprov Sumut.

Baca Juga:

Ada juga, H Hasban Ritonga mantan Sekda Labuhanbatu dan juga Sekda Prov Sumut. Selanjutnya, dr H Erik Adtrada Ritonga mantan anggota DPR RI, dr H Tigor Panusunan Siregar mantan Bupati Labuhanbatu serta Dahlan Bukhari mantan Ketua DPRD Labuhanbatu. Selanjutnya, Agus Marwan mantan Dirut PT Dirga Surya Sumut yang juga Sekjen Forum Masyarakat Literasi Indonesia.

“Kita membuka pendaftaran sejak 25 Oktober sampai 15 November 2019 mendatang. Namun, diharapkan mereka mengembalikan berkas paling lama tanggal 12 November, karena akan dilakukan verifikasi,” jelas dia didampingi sekretaris DPC Gerindra Labuhanbatu Mizwar.

Menurut Rudi, ada serangkaian proses sebelum memutuskan nama calon yang akan diusung Gerindra nantinya. Salah satunya survey elektabilitas terhadap nama bakal calon yang akan diputuskan DPP Gerindra.

“Pendaftar yang mengembalikan berkas dan lolos verifikasi, wajib mengikuti penyampaian visi dan misi dimulai sejak 17 – 20 November di tingkat kabupaten. Selanjutnya, berkas diserahkan ke DPD Gerindra Sumut untuk diverikasi kembali. Setelah itu, DPD membawa berkas beserta balon ke badan seleksi DPP Gerindra untuk wawancara. Namun sebelumnya, DPD melakukan survey terhadap balon kepala daerah itu,” ujarnya.

Terakhir lanjut Muhammad Q Rudi, badan seleksi memberikan rekomendasi ke DPP Partai Gerindra untuk penetapan siapa yang bakal didukung atas persetujuan Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Sistem penyeleksian akan selektif, karena akan menyangkut kepentingan partai politik kedepannya yang berkaitan dengan pelaksanaan program Partai Gerindra,” tutupnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *