Internasional

Petani Filipina Pertaruhkan Nyawa di Tengah Badai Mangkhut

Petani Filipina bertahan di tengah terjangan Badai Mangkhut demi selamatkan hasil panen. (Foto: AFP).

Luzon: Badai Mangkhut mengobrak-abrik wilayah Luzon, Filipina. Akibat bencana alam ini, puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Terdapat sejumlah orang yang menolak dievakuasi di tengah badai. Kebanyakan dari mereka adalah petani.

"Rumah kami hancur, sawah kami banjir, namun kami tetap bertahan. Kami tidak mengungsi karena tidak ingin meninggalkan carabao (kerbau air) dan ternak kami," ungkap Diday Llorente, 55, petani di Pulau Luzon.

Dilaporkan dari Channel News Asia, Senin 17 September 2018, mereka memilih bertahan untuk menjaga hasil panennya. 

Llorente tinggal di derah pertanian pesisir Baggao yang merupakan rumah bagi sekitar 80 ribu orang.

Tempatnya tinggal itu menerima terjangan langsung dari Mangkhut pada Sabtu lalu. Seperempat penduduk di kawasan pertanian utama di Pulau Luzon itu hidup dalam kemiskinan.

Bagi petani seperti Llorente, tidak ada asuransi untuk mengkompensasi tanaman yang hancur atau hewan ternak yang mati. Dia juga tidak memiliki tabungan untuk masa depan, karena hanya berpenghasilan sekitar USD2 atau sekitar Rp30 ribu sehari.

Keputusan untuk tidak mengevakuasi diri memiliki konsekuensi besar. Topan Haiyan yang menerjang Filipina pada 2013 telah menewaskan lebih dari 7.350 orang.

Aida Acopan, 59, petani lainnya mengatakan tidak mau mengalami kerugian yang sama saat Topan Haima menerjang pada 2016. Saat itu, dia harus kehilangan setengah dari hasil panennya.

"Seseorang masuk ke rumah saya dan mencuri setengah panen beras, jadi saya tidak ingin mengambil risiko kali ini," tukas dia.

Mangkhut menerbangkan banyak atap rumah, menumbangkan pepohonan, memicu 42 tanah longsor dan menimbulkan banjir di sejumlah wilayah. Kecepatan angin yang dibawa Mangkhut mencapai 185 kilometer per jam. 

Usai mengobrak-abrik Filipina, Mangkhut melewati Hong Kong dan Tiongkok.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close