Petani Jago IT Bobol Rekening 14 Nasabah BTPN, Kerugian Para Korban Capai Rp 2 Miliar Lebih

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menunjukkan foto dua tersangka pembobol rekening 14 nasabah BTPN.

INDOPOLITIKA.COM – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus illegal akses 14 nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang merugikan para korban hingga Rp2 miliar. Sementara ini, polisi sudah menangkap dua orang tersangka. Sementara dua orang lainya masih dalam pengejaran.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konfrensi pers, Rabu, (13/10/2021), dua tersangka yang ditangkap di wilayah Sumatera Selatan itu berinisial UA dan SM. Katanya, para tersangka adalah petani dan tukang bangunan.

Berita Lainnya

“Tersangka yang kita amankan sekarang berinisial UA dan SM. (Kerugian) sekitar Rp 2 miliar lebih dari 14 korban,” kata Yusril sembari menunjukkan foto kedua tersangka.

“Para pelaku ini bekerja sebagai petani, namun memiliki keahlian di bidang IT. Mereka bekerja serabutan, seperti yang DPO ini merupakan tukang bangunan,” ujar Yusri.

Dia menuturkan, kedua pelaku ditangkap di wilayah Sumatera Selatan pada akhir Oktober 2021. Dia menyampaikan, masyarakat di kampung tersebut terkenal ahli dalam bidang IT.

“Dari pengakuan tersangka dia belajar secara otodidak. Memang di daerah tersebut terkenal. Beberapa kasus diungkap juga berasal dari daerah tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, kasus tersebut terungkap saat 14 nasabah bank swasta melaporkan pada pihak bank. Dalam, laporannya seluruh saldo rekening habis padahal tidak melakukan transaksi.

Dia mengungkapkan, pelaku mengawali aksinya dengan menelepon korban dan mengaku sebagai pegawai bank swasta. Setelah terpengaruh, korban kemudian diminta untuk login ke satu akun dan memasukkan data serta kode OTP.

“Modusnya pengambilalihan akun nasabah bank dengan cara melakukan panggilan melalui telepon kepada korban dan mengaku sebagai staf  BTPN Jenius. Saat korban terbujuk, tersangka mengirimkan login web yang didalamnya berisi link untuk diisi dengan data nasabah dan kode OTP,” terangnya.

Usai korban mengisi data melalui link tersebut, tersangka kemudian mendapatkan akun dan mengambil alih semua isi rekening nasabah.

“Di situlah tersangka menguras habis rekening para korbannya. Pelaku mentransfer ke rekening dirinya sendiri sementara rekening korban menjadi nol,” jelas Yusri.

Sejumlah barang bukti turut disita polisi saat mengamankan para tersangka, antara lain kartu ATM, pistol, hingga senjata laras panjang.

“Dijerat Pasal berlapis dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Kemudian juga di ITE sama 12 tahun penjara,” tukasnya. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *