Picu Anak jadi Disabilitas, Kominfo Didesak Blokir TikTok Challenge

  • Whatsapp

INDOPOLITILIKA.COM – Saat ini tengah viral permainan TikTok Challenge dengan geralan yang membahayakan. Terkait hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video tersebut.

Anggota KPAI Jasra Putra menilai adegan berbahaya itu bisa menyebabkan seseorang cedera dan berisiko menjadi disabilitas atau mengalami kerusakan syaraf jika ditiru.

Berita Lainnya

“TikTok tidak menghentikan penyebarluasannya. Apalagi seperti diketahui pengguna TikTok kebanyakan anak anak dibawah umur,” kata anggota KPAI Jasra Putra melalui keterangannya, Minggu (16/2/2020).

Perlu diketahui, dalam video TikTok Challenge yang beredar, terdapat tiga orang yang melakukan permainan itu. Dua orang di sisi kiri dan kanan meminta pemain yang berada di tengah untuk melompat. Setelah pemain yang tengah melompat, lalu dua orang yang ada di kedua sisinya menendang atau menjegal kaki orang yang di tengah saat melompat hingga terjatuh.

KPAI menyesalkan tindakan berbahaya dalan video ini diikuti dan menjadi bahan tertawaan. Padahal, risiko yang berpotensi terjadi tidak sebanding dengan permainan itu.

Ia pun meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk segera memblokir video TikTok tersebut. Sebab, permainan itu berpotensi ditiru anak-anak Indonesia. Apalagi pemahaman anak-anak belum bisa menganalisa dampaknya.

“Umumnya pengguna TikTok adalah peniru gerakan sebelumnya. Tentu sangat membahayakan generasi peniru kita,” ujarnya.

Kata Jasra, TikTok perlu mempertimbangkan persetujuan gerakan-gerakan yang mengarah pada kekerasan, ancaman jiwa, kriminal dan diskriminasi. KPAI meminta pertanggungjawaban TikTok bila akhirnya peringatan ini tidak diindahkan

“Apalagi kemudian terdengar jatuh korban. Pemerintah perlu memberi perhatian khusus atas peredaran TikTok dengan rekaman gerakan seperti ini.

Jasra meminta para medis dan tenaga kesehatan berbicara bahaya gerakan TikTok tersebut. Para pengguna TikTok perlu mengenal lebih jauh resiko gerakan tersebut melalui para aktivis disabilitas.

“Mereka (aktivis disabilitas) menganjurkan untuk tidak melakukannya, bahkan melarang keras,” ujarnya.

Jasra meminta orang tua mengawasi anak mereka dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai adegan yang berbahaya itu diikuti anak-anak. Orang tua wajib memberikan pemahaman kepada anak mereka terkait dengan beredarnya permainan yabg membahayakan itu. “Jangan sampai adegan itu dipraktikan.”

Selain itu, KPAI mengimbau guru di setiap sekolah juga mengkampanyekan gerakan kepada peserta didik agar tidak mengikuti TikTok Challenge. “Karena berbahaya bagi fisik dan berakibat cidera,” ujarnya.[ab]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *