Pilkada

Pilgub Kepri, Atribut HM Sani yang Dipasang Relawan Mulai Bermunculan

Menjelang dimulainya tahapan pemilihan gubernur (pilgub) Kepri, para calon kandidat mulai menampakkan diri serta gencar bersosialisasi. Ini dapat dilihat dari terpasangnya beberapa atribut di pelbagai lokasi jalan raya bergambar foto masing-masing calon.

Pengamatan di lapangan, atribut Soerya Respationo bertuliskan Kopi Sore (Komunitas Pendukung Soerya) telah lama terpasang di Simpang Kabil ke arah Telagapunggur. Begitupun atribut Huzrin Hood terpasang di puluhan titik di Batam. Belakangan, atribut Muhammad Sani mulai marak terlihat hingga di jalan-jalan kecamatan.

Ketua Relawan Kepri Bersatu Ahars Sulaiman mengungkapkan, pemasangan atribut Sani tersebut dilakukan oleh para relawan. Atribut bertuliskan “Bersatu Teruskan Pembangunan” itu terpampang di jalan seperti Simpang Batuampar, Simpang Barelang, Simpang Kabil, dan jalan arah Nongsa.

“Yang minta dan memasang adalah warga pendukung Pak Sani. Mereka itu relawan yang menginginkan Pak Sani melanjutkan pembangunan Kepri,” kata Ahars, Senin (1/6/2015).

Meski di dalamnya tidak terdapat tulisan Sani sebagai calon gubernur, jelas Ahars, tetapi spanduk itu menegaskan yang bersangkutan positif mencalonkan diri. “Ini adalah bukti kesungguhan segenap relawan mendukung Pak Sani. Dalam beberapa pertemuan beliau sudah menyatakan siap dan sanggup untuk memimpin Kepri lima tahun lagi,” jelasnya.

Menurutnya, jargon “Bersatu Teruskan Pembangunan” sengaja dipilih sebagai wujud dari semangat pembangunan Kepri yang sedang tumbuh pesat. Walaupun usia Kepri kurang lebih baru 13 tahun sejak berdiri, tetapi capaian pembangunannya tak kalah maju dibanding provinsi lain.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional, bahkan kwartal pertama 2015 tertinggi di Sumatera. Rata-rata capaian di bidang pendidikan juga di atas nasional, dan derajat kesehatan masyarakat semakin baik,” urainya.

Hal lain yang cukup membanggakan, lanjutnya, indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri konsisten mengalami peningkatan tiap tahun. IPM Kepri tahun 2013 menempati posisi ke-6 tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia.

“Makanya, sayang kalau pembangunan yang sudah positif ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Ia meyakini, pembangunan Kepri ke depan akan lebih mantap lagi di bawah kepemimpinan Sani. Sebab, jika selama ini Sani telah berhasil meletakkan pondasi pembangunan Kepri serta membawanya ke track yang benar, maka ke depan tinggal memacunya lebih kencang lagi.

“Syaratnya, masyarakat Kepri harus bersatu. Apa pun suku dan agamanya kita harus saling bergandengan tangan demi memajukan Kepri yang kita cintai,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Kepri Suradji tak menampik tersebarnya atribut calon kandidat menandakan bahwa pergerakan politik semakin terbuka dan dinamis. Ia menganggap wajar jika belakangan semua calon gencar bersosialisasi dengan melakukan pertemuan bersama warga.

“Atribut kandidat yang terpasang hampir di semua daerah di Kepri tersebut memang ada positifnya, agar masyarakat tahu lebih dekat dan mengenal kandidat yang akan maju di pilkada tahun ini,” katanya.

Menurut Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Fisip Umrah ini, sah-sah saja kandidat memasang atribut sebagai ajang sosialisasi. Namun yang perlu diperhatikan, pemasangan atribut harus sesuai dengan tempat yang telah ditentukan dan tidak mengganggu keindahan ataupun menyalahi aturan.

“Tentunya ini akan berpengaruh pada saat pemilihan nanti,” katanya. (Ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close