INDOPOLITIKA. COM – Memasuki Tahun 2023 angka penderita stunting di Provinsi Banten berada di kisaran 20 persen. Berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting Provinsi Banten turun 4,5 persen menjadi 20 persen dari 24,5 persen di tahun 2021.

Angka tersebut masih terbilang tinggi jika dibanding dengan angka stunting Kota Tangsel. Diketahui, angka stunting di Tangsel turun drastis berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, dari yang semula ada di angka 19,9 persen kini menjadi 9 persen.

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya. Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan.

Faktanya, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan. Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.

Aktivis Kaukus Perempuan Peduli Kesehatan, Azka Nisail Kamilah meminta bakal calon gubernur yang akan pada kontestasi Pilkada Banten 2024 mendatang untuk memerhatikan persoalan stunting tersebut. Terlebih kepada Bacagub Airin Rachmi Diany yang diyakininya punya kans besar terpilih di ajang kontes tersebut.

“Masalah stunting di Banten ini harus jadi perhatian dan fokus para bakal calon gubernur. Kepada Bu Airin Rachmi Diany yang sudah jelas akan maju dan baru saja diukumkan oleh Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto mau diturunkan di Pilkada Banten, kami berharap menjadikan program penanganan stunting sebagai prioritas,” ujarnya kepada media, Selasa (31/1)

Pada beberapa kesempatan, Airin Rachmi Diany sendiri mengaku, persoalan kesehatan termasuk stunting  tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja tapi harus ada dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk masyarakat.
Ia mengatakan, pertumbuhan yang kurang memadai saat dalam kandungan, tidak cukup protein, perubahan hormon yang dipicu stress, dan lainya.

“Upaya untuk pencegahan stunting pada anak harus dilakukan pemenuhan gizi sejak hamil, beri ASI eksklusif hingga 6 bulan, dampingi ASI dengan MPASI sehat, terus pantau tumbuh kembang anak, dan selalu jaga kebersihan lingkungan. Program penanganan stunting Ini tentu wajib menjadi prioritas kita,” ujarnya saat berkunjung ke kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (31/1).

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com