Pilkada

Pilkada Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah Diakui Bekerja Untuk Rakyat dan Hasilnya Bisa Dirasakan

Tanjungpinang, Indopolitika.com — Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang terbilang unik. Ini karena walikota petahana bertarung melawan wakilnya yang berpasangan dengan kader PDI Perjuangan, partainya walikota. Pertarungan juga cukup seru. Karena hanya ada dua pasangan calon. Kondisi head to head di kota yang tidak terlalu besar dan dengan jumlah pemilih yang tidak terlalu banyak ini memang membuat panas hati dan telinga. Namun kondisi itu tak bisa dihindari, pertarungan gagasan pasti terjadi dan tentu saja pada akhirnya saling kritik akan muncul.

Dari sisi isu, sesungguhnya tidak akan terjadi head to head dalam pengertian amat tajam, sehingga seolah ada perbedaan mencolok. Ini karena yang bertarung adalah sesama petahana. Setiap kritik yang disampaikan kepada Lis Darmansyah jika itu dilakukan oleh kubu Syahrul maka sesungguhnya adalah otokritik, artinya dia sedang mengkritik dirinya sendiri.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) Rachmayanti Kusumaningtyas menyatakan, jika yang berhadapan sesama petahana biasanya diferensiasi lebih condong ke soal-soal pribadi. Soal gaya kepemimpinan, soal cara menyelesaikan masalah dan soal-soal perhatian langsung pada masyarakat. “Saya melihat di Tanjungpinang hal itu terjadi. Isu yang berkembang di masyarakat bukan lagi pada main adu program tapi ke soal-soal kehidupan keseharian para calon,” ujarnya saat bertemu wartawan di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (25/2/2018).

Peneliti LSPi ini menambahkan, sayangnya perdebatan yang mencuat di sosial media dan di kedai-kedai kopi lebih banyak ke hal-hal yang kurang relevan. Ada soal siapa yang paling taat ibadah, siapa yang ustadz, siapa yang puasa Senin Kamis, siapa yang puasa Nabi Daud, siapa yang bisa mengimami shalat, siapa yang bisa memandikan jenazah dan seterusnya. Padahal Tanjungpinang sedang memilih walikota bukan memilih ketua DKM,” ujarnya saat dimintai komentarnya oleh wartawan seputar kondisi pilwako di kota ini.

Rachmayanti Kusumaningtyas menyampaikan, dalam penelitian yang dilakukan lembaganya, kinerja Lis Darmansyah cukup diakui dan dirasakan keberhasilannya oleh publik. Apa yang sudah dikerjakannya cukup mendapat apresiasi bahkan hal itu datang dari narsum yang mengaku mendukung Syahrul. Sementara itu kinerja Syahrul sebagai wakil walikota tidak terlalu menonjol. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close