Pemilu

Pilpres 2019, Airlangga Hartarto dan Romahurmuziy Kandidat Cawapres Pesaing Cak Imin

JAKARTA –  Sosok Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy bisa bersaing dengan A. Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa dalam kursi perebutan Cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang.

Airlangga disodorkan oleh para pendukungnya di internal Partai Golkar, demikian halnya dengan Romy panggilan Romahurmuziy. Kendati keduanya merespon biasa-biasa saja jika ditanya terkait suara kader-kader partainya yang mengusulkan sebagai cawapres.

“Cak Imin mesinnya sudah jalan seperti relawan. Jika Airlangga dan Romy menggerakkan mesin politiknya, maka keduanya menjadi pesaing Cak Imin,” kata M. Ikhsan, Koordinator Forum Kajian Politik Nusantara (FKPN), Jumat (20/4).

Romy mampu mengimbangi Cak Imin yang mencoba mengambil klaim partai Islam. Sedangkan Airlangga, lanjut dia, mewakili kalangan pengusaha yang juga politisi. Meski di beberapa hasil survei, nama Airlangga dan Romi masih di bawah Cak Imin.

“Akan tetapi masih ada waktu untuk keduanya (Airlangga-Romy, red) mendongkrak elektabilitasnya,” jelas Ikhsan.

Selain itu, ditambahkan Ikhsan, keuntungan Airlangga dan Romy karena mereka sejauh pengamatan tidak pernah melakukan manuver politik. Sementara Cak Imin terlihat lebih agresif bermanuver. Hal itu tergambar ketika Cak Imin mendeklarasikan dirinya sebagai Cawapres Jokowi dengan singkatan Join (Jokowi-Cak Imin), di lain pihak, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan relawan juga mendeklarasikan Cak Imin sebagai cawapres Gatot Nurmantyo.

“Manuver itu memberi kesan negatif terhadap Cak Imin, ia bisa menjadi tertuduh sedang bermain dua kaki,” tegasnya. Meski apa yang dilakukan Cak Imin dianggap sesuatu yang lumrah dalam politik.

Cak Imin sendiri sejauh ini optimis jika dirinya akan dipilih sebagai cawapres Jokowi. Hal itu diungkapkannya kepada wartawan di sela-sela Bimbingan Teknis Fraksi PKB se-Jawa Timur pada Kamis (19/4).

“Sampai hari ini kan belum jelas, saingannya siapa, pasangannya siapa, belum ada yang deklarasi,” tandasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close