Pilpres 2024: Pasangan Ridwan Kamil – Herman Deru Layak Diperhitungkan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Berdasarkan jejak suara dari beberapa lembaga survei, hampir semuanya menempatkan sosok-sosok yang berlatar belakang etnis Jawa dan kepala-kepala daerah yang juga memimpin di Pulau Jawa, yang berpotensi kuat maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Memang sesuatu yang tidak mengejutkan, karena basis suara terbanyak berada di Jawa. Demikian juga dibuktikan dengan perjalanan politik di negeri ini, sepanjang sejarah perpolitikan di Indonesia, pemimpin nasional berasal dari Jawa.

Berita Lainnya

Sejak Indonesia merdeka, dari mulai Presiden Soekarno sampai dengan Jokowi semua berasal dari Jawa. Pertanyaannya, apakah tradisi politik ini akan kembali berlanjut pada Pilpres 2024?

Sebenarnya, kalau tidak didasarkan pada basis suara, ada banyak sosok-sosok hebat di negeri ini yang bukan hanya berasal dari etnis Jawa.

Lalu siapa kira-kira yang berpotensi bisa mendobrak tradisi penguasa adalah orang Jawa? Indopolitika.com coba menanyakan hal ini pada Pengamat Politik sekaligus Direktur Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP), Sendy Vicky Sutikno.

Menurutnya, dari banyak sosok di negeri ini, terutama yang berlatar kepala daerah dan bukan dari etnis Jawa, dua nama yang patut diperhitungkan oleh partai politik untuk diusung pada Pilpres 2024 adalah duet Gebernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK)  dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (HD).

“Kalau bicara sosok bukan dari etnis Jawa yang layak duet menjadi pemimpin nasional, saya kira Kang Emil sama Bang Herman Deru sangat layak,” jawab singkat Sendy saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (5/6/2021).

Sendy mengakui memang berat untuk partai politik mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) bukan dari etnis Jawa. Apalagi dua-duanya, bahkan kalaupun cawapresnya dari Jawa tapi capresnya dari luar Jawa cukup berat.

Tetapi, kata Sendy, segala kemungkinan untuk saat ini bisa saja terjadi. Apalagi RK memimpin salah satu daerah berbasis etnis Sunda yang juga punya basis suara tidak kalah banyak dengan Jawa Timur atau Jawa Tengah. Bahkan, kata Sendy, kalau RK maju, kemungkinan besar suara dari Banten juga akan memilihnya.

Kemudian, HD juga mewakili suara dari Melayu yang dalam sejarahnya, suara Melayu juga tidak bisa disepelekan. Bahkan Melayu pernah punya partai besar yang hingga kini simpatisannya sebetulnya masih cukup banyak, yakni Partai Masyumi.

“Memang cukup berat buat partai politik mengusung duet Sunda-Melayu di pesta demokrasi sekelas Pilpres. Mengalahkan suara Jawa itu PR yang cukup berat. Tetapi apakah RK-HD tidak punya peluang? Saya pikir kita tidak bisa terburu-buru menyimpulkan keduanya tidak punya peluang. RK itu pemimpin daerah yang punya basis suara cukup banyak. Demikian juga dengan HD, untuk saat ini, beliau dapat dikatakan sosok dari Melayu yang cukup populer,” ujar Sendy.

Lalu partai apa yang berpeluang mengusung keduanya? Sendi menjelaskan kalau dilihat dari peta politik saat ini, NasDem, PAN dan PKS bisa berkoalisi untuk mengusung duet Sunda-Melayu tersebut. Sendy mengatakan ketiga parpol tersebut cukup untuk mengusung RK-HD.

“Saya pikir NasDem, PAN dan PKS berpeluang mengusung duet sosok Sunda-Melayu itu. Secara persyaratan ketiganya sudah cukup untuk mengusung. NasDem punya 59 kursi (9,5 %), PAN 44 kursi (6,84%) dan PKS 50 kursi (8,21%). Total ketiganya: 153 kursi (24,55%). Jadi kalau digabungkan ketiganya sudah cukup untuk memenuhi ambang batas 20% atau 112 kursi di DPR,” paparnya.

Sendy menyimpulkan bahwa duet RK-HD atau Sunda-Melayu ini bisa menjadi elternatif yang menggemparkan pada Pilpres 2024 mendatang.

“Politik itu dinamis, bisa jadi saat ini nama-nama yang muncul cuma Prabowo, Ganjar, Anies, bahkan Puan. Bahkan PKS dan NasDem digadang-gadang bakal mengusung Anies. Tetapi pilpres lama, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam 1-2 tahun ke depan. Pada intinya, sosok dari luar etnis Jawa pun berpeluang untuk maju, tidak hanya RK dan HD. Sosok-sosok lain pun bisa jadi pada akhirnya akan bermunculan. Karena untuk saat ini harus diakui tidak ada sosok yang benar-benar kuat seperti pilpres sebelumnya. Jadi, untuk sementara kalau dilihat dari sosoknya RK-HD kalau boleh saya katakan bisa menjadi duet yang menarik untuk ditunggu kelanjutannya,” pungkas Sendy.

Seperti diketahui, RK dan HD baru saja bertemu di Palembang pada Jumat (4/6/2021). Ada banyak agenda yang dibahas keduanya di tanah Wong Kito Galoh tersebut. Salah satunya adalah rencana RK untuk membantu HD menata ulang Sungai Musi agar menjadi lebih indah lagi. RK sendiri memang sekalipun saat ini menjadi Gubernur Jabar, tetapi ia juga rajin membantu kepala-kepala daerah lain untuk mendesain seperti Masjid di Jawa Timur dan juga di Sumsel. Aktivitas RK ini pun dapat dikatakan akan sangat membantu mendulang suaranya dari daerah lain, jika dirinya pada akhirnya maju pada Pilpres 2024 mendatang. (fed)

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *