Pilpres 2024: Poros Islam Bisa Terbentuk Kalau Anies Baswedan Berpasangan Dengan Gus Ami

  • Whatsapp
Anies Baswedan bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat melayat mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok. (Foto: Kompas)

INDOPOLITIKA.COM — Isu seputar perlunya partai-partai Islam bergabung dalam satu poros untuk menghadapi pilpres 2024 semakin gencar disuarakan. Namun hal itu dipandang pesimis oleh pengamat politik Rachmayanti Kusumaningtyas dari Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI). Menurutnya, sepanjang gagasan membentuk poros Islam itu datangnya dari individu atau kelompok yang hanya ingin memanfaatkan suara umat Islam untuk kepentingan politiknya, gagasan itu akan tumbang.

Rachmayanti mengingatkan, suara umat Islam di Indonesia memang cukup banyak tapi selalu terbagi dalam tiga ceruk besar yakni ceruk Islam tradisionalis yang diwakili Ormas NU dan berwujud partainya dalam PKB dan PPP. Lalu ceruk Islam Modernis yang berwujud partainya dalam PAN, PKS dan PBB serta berbagai partai baru yang membawa sejarah Masyumi. Lalu ada ceruk Islam moderat nasionalis yang wujudnya ada di berbagai partai nasionalis relijius.

Berita Lainnya

“Menyatukan mereka dalam satu ceruk jelas hampir mustahil,” ujarnya kepada Indopolitika, Ahad (18/4).

Dalam konteks Pilpres 2024 untuk kepentingan mengusung capres dan cawapres bisa saja isu poros Islam ini dikemas tetapi tentu akan menyisakan banyak PR. Misalnya kalau Anies yang ditawarkan kelompok Islam modernis, apakah mau kelompok Islam tradisionalis menerimanya. Belum lagi tantangan soal isu SARA yang pasti akan menggema selama proses pembentukan poros itu.

“Sepanjang tujuannya menyatukan poros Islam maka unsur NU tidak bisa ditinggal. Nah masalahnya maukah Anies berpasangan dengan Gus Ami atau dengan Khofifah? Sebaliknya apakah mereka juga mau?,” katanya.

Rachmayanti menantang kubu-kubu yang menghendaki terbentuknya poros Islam untuk melobby PKB dan PPP untuk bergabung. Ia bahkan mengingatkan di kubu Islam modernis sekalipun ternyata PAN belum bersedia menerima gagasan ini.

“Itu jelas kerja jangka panjang yang sulit. Tapi kalau mau dipaksa, maka formula pasangan Anies-Gus Ami (Abdul Muhaimin Iskandar) atau sebalinya harus masuk dalam list negosiasi,” demikian tutupnya. [IND]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *