Pilpres Iran, Seyyed Ebrahim Raeisi Menang Telak

  • Whatsapp
Seorang pria melewati spanduk kampanye yang menampilkan gambar calon presiden Seyyed Ebrahim Raeisi (kiri) dan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, di Hamedan, Iran. (Foto oleh Tasnim)

INDOPOLITIKA.COM – Seyyed Ebrahim Raeisi dipastikan memenangkan pemilihan presiden Iran 2021. Ia unggul telak dari lawan-lawannya menurut hasil akhir yang disampaikam Kementerian Dalam Negeri setempat.

Pada Sabtu (19/6/2021), Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmani-Fazli mengatakan dari total 28.933.004 suara yang diberikan dalam pemilihan presiden, Raeisi mengumpulkan lebih dari 17,9 juta suara, diikuti oleh Mohsen Rezaei yang mendapatkan 3,4 juta.

Berita Lainnya

Kemudian Nasser Hemmati mengumpulkan 2,4 juta suara, dan Amir-Hossein Ghazizadeh-Hashemi memenangkan hampir satu juta suara.

Setelah Seyyed dipastikan memenangkan Pilpres, pada hari itu, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Ketua Parlemen Mohammad-Baqer Qalibaf muncul di markas besar kampanye Raeisi untuk memberi selamat kepadanya secara langsung. Setelah pertemuan, ketiganya memberi pengarahan kepada wartawan tentang isi pembicaraan mereka.

Rouhani berterima kasih kepada semua pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan, pengawasan, dan pengamanan proses pemilihan. Ia mengatakan, timnya sepenuhnya siap untuk menawarkan kerja sama atau bantuan apa pun kepada penerus mereka.

Demikian pula, Ketua Parlemen Mohammad-Baqer Qalibaf mengatakan cabang legislatif siap sepenuhnya untuk bekerja sama dengan pemerintahan presiden terpilih.

Pada gilirannya, Raeisi menjanjikan upaya habis-habisan untuk menyelesaikan masalah negara, terutama yang mempengaruhi mata pencaharian masyarakat.

Untuk mencapai tujuan itu, katanya, dia akan berkonsultasi dengan pemerintahan yang akan datang, parlemen, dan para elit.

Raeisi telah menjadi kepala Kehakiman Iran sejak 2019. Ulama Muslim itu sebelumnya memegang beberapa jabatan lain di cabang peradilan Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Raeisi terkait dengan kubu Principlist, tetapi dia mengatakan dia mencalonkan diri dalam pemilihan tahun ini sebagai calon independen ketika dia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden bulan lalu.

Dia berkampanye dengan slogan “Administrasi Populer, Iran Kuat” di atas platform pemberantasan korupsi di cabang eksekutif, memerangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, menahan inflasi, dan korupsi. [ind]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *