Jumlah Pimpinan MPR Berubah, Rakyat Cuma Bisa Geleng-geleng

  • Whatsapp
Suasana sidang di Gedung Parlemen

INDOPOLITIKA- Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai penambahan jumlah kursi pimpinan MPR menjadi 10 orang hanya untuk mengakomodasi politik bagi-bagi kekuasaan.

“Politik kepentingan elite semata. Tak ada manfaatnya untuk rakyat. Rakyat dibuat geleng-geleng kepala saja dengan tingkah elite politik yang makin hari makin menampakan wajahnya. Wajah kekuasaan untuk diri dan partainya,” ujar Ujang kepada Indopolitika saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019).

Baca Juga:

Akrobat politik DPR yang sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangan, hanya untuk kepentingan diri mereka saja, tentunya akan merugikan rakyat.

“Bertambahnya pimpinan MPR, maka fasilitas mobil, rumah dinas, dan tunjangan untuk mereka pun akan bertambah. Maka akan menambah beban keuangan negara. Ujung-ujungnya rakyatlah yang menanggung beban itu semua,” tegas Ujang.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati revisi terhadap Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) terkait jumlah pimpinan MPR yang sebelumnya lima menjadi 10 orang. Itu semua dinilai publik sebagai kesepakatan politik antara anggota parlemen saja, tanpa mengindahkan kepentingan rakyat.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *