INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah sudah memberlakukan pelonggaran aturan perjalanan dengan pesawat, sejak 3 November 2021 lalu. Aturan perjalanan dengan pesawat terbang tidak harus membawa hasil tes negatif PCR, tapi bisa dengan tes antigen.
Aturan baru perjalanan dalam negeri dengan pesawat terbang tersebut tertuang dalam SE Kemenhub Nomor 96 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.
Penerbitan SE itu merujuk aturan baru dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.
Menurut politisi PKB, Jazilul Fawaid, tes PCR tetap perlu diberlakukan. Hanya saja, tidak mesti harus ketat-ketat bangat. Bahkan bagi warga tidak mampu yang naik pesawat, bisa saja digratiskan.
“PCR memang perlu tetap dijalankan yaa. Tapi mungkin ada diskresi dari pemerintah agar bagi mereka yang tidak mampu,” karena Jajilul menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (8/12/2021).
Dikarakan Jazilul, tidak semua orang yang hendak bepergian pesawat berekonomi mampu. Terkadang, mereka terpaksa naik pesawat dengan pertimbangan efisiensi waktu karena ada anggota keluarga yang sakit.
“Tidak semua yang naik pesawat itu mampu loh. Kalau mereka bisa menunjukan bukti anggota keluarganya sakit, menurut saya ya harus digratiskan,” tegasnya.
“Tapi untuk yang kepentingan bisnis, mereka punya uang yaa gak masalah lah bayar. Ya diatur aja, jangan terlalu ketat-ketat amat, apa susah nya begitu,” katanya bertanya.
Ia menegaskan, dengan animo masyarakat naik pesawat, bisa menguntungkan untuk perputaran ekonomi. Tapi karena aturan di bandara bertele-tele, jadi orang malas dan berpikir ulang untuk menggunakan pesawat.
“Karena bertele telenya ini yang orang takut pergi. Atau mereka ingin pergi sudah nyimpen uang karena belum cukup karena terlalu mahal biaya rapid testnya. Kalau disubsidikan semuanya jadi berjalan,” tambahnya.
Pada intinnya, kata dia, dengan adanya test PCR ini, jangan sampai mempersulit atau menambah beban biaya tambahan lagi bagi masyarakat.
“Sudah ekonomi berat, ditambah lagi biaya ini-itu, jadinya ekonomi akan stuck,” tuturnya. [Red]












Tinggalkan Balasan