PKS-Gerindra Masih Ributin Kursi Wagub

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.com – PKS memastikan belum mengganti calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan kepada legislatif. Walaupun salah satu calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu telah terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil VII Jawa Barat.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, dua nama yang diusulkan partainya masih tetap. Dua nama yang diusulkan tetap Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Baca Juga:

“Kalau kita secara formal harus kepada surat yang resmi di DPP yang ditandatangani DPW selama itu tidak ada perubahan surat itu, kita berpegang pada surat,” katanya di Jakarta, Senin (9/9).

Untuk itu, dia menyarankan, agar tidak ada pihak yang berupaya mengganti dua nama tersebut. Suhaimi menilai, upaya penggantian nama tersebut tidak etis selama PKS belum mencabut pencalonan Agung dan Syaikhu.

“Kan namanya sesuai kesepakatan awal kedua, kan tidak etis masih ada surat dan namanya belum dicabut, itu enggak etis. Ketika sudah ada format baru, ada penunjukan, namanya baru dimunculkan. Ini belum ada apa apa. Munculkan nama membangun opini ini itu, tidak etis,” tegasnya.

PKS telah mengajukan dua nama sebagai calon Wagub DKI Jakarta. Kedua nama tersebut Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Sementara itu, Gerindra membantah jika pihaknya tidak ikhlas memberikan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kepada PKS. Sebab partai yang dipimpin Prabowo Subianto setuju dengan pengajuan Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu sebagai pengganti Sandiaga Uno.

“Asal ngomong aja itu. Kita udah kelar itu udah ada calon,” kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Iman Satria kepada wartawan kemarin.

Iman mengungkapkan, pembahasan 2 nama calon Wagub DKI tersebut juga telah melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ini menunjukkan, dia menjelaskan, kesepakatan antara Gerindra dan PKS berjalan dengan baik.

“Apanya yang enggak jalan. Sudah ada Pansus berartikan berjalan. Kecuali sudah ada paripurna terus enggak ada yang dipilih, nah baru kita bahas lagi,” tutupnya.

Untuk diketahui, Jhonny menuding, Gerindra belum terima jika dua nama calon Wagub DKI diserahkan kepada PKS. Sebab fraksi lain sebenarnya tidak ada masalah mengenai siapa yang akan menjadi Wagub DKI. Untuk itu, dia menyarankan, PKS dan Gerindra duduk bersama kembali membahas calon Wagub DKI.

“Itu belum beres persoalan antara PKS dan Gerindra. Usulan awal itu dua calon dari PKS itu Gerindra kayaknya enggak ikhlas. Kalau itu dah beres udah engak ada seperti ini,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *