PKS Ingin Bangun Koalisi Poros Nasionalis-Religius di Pilpres 2024

INDOPOLITIKA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) blak-blakan terkait rencananya di Pilpres 2024 mendatang. Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan ingin membangun koalisi lintas poros pada Pilpres 2024, yakni poros nasionalis-religius.

Sohibul mengungkapkam bahwa dalam Musyawarah Majelis Syuro PKS yang digelar pada Kamis (13/1/2022), salah satu keputusan yang diambil yaitu, PKS akan membuka diri dengan seluruh partai politik.

Sohibul beranggapan, pilihan untuk membangun Koalisi lintas ideologi politik muncul disebabkan oleh suasana kenegaraan hari ini yang sedang mengalami polarisasi orientasi politik.

“Terkait dengan pembentukan partai Islam, saya kira itu salah satu alternatif yang mungkin bila terbentuk koalisi. Tetapi sebagaimana yang menjadi keputusan dari Majelis Syuro VI pada hari ini, kita melihat bahwa suasana kenegaraan kita hari ini yang sekarang mengalami segregasi, segmentasi yang sangat luar biasa,” kata Sohibul Iman dalam konferensi pers Kamis (14/1/2022).

“Untuk itu, PKS ingin membangun koalisi yang lintas, tadi disebutkan nasionalis-religius, itu harus kita persatukan,” ujarnya.

Sohibul mengatakan pihaknya akan juga membangun komunikasi dengan partai nasionalis demi mewujudkan persatuan ke depan.

“Jadi tentu kami akan bersama-sama dengan partai-partai Islam, bersama-sama untuk kemudian menjalin komunikasi juga dengan partai-partai nasionalis untuk membentuk sebuah koalisi yang akan mempersatukan bangsa kita ke depan, insyaallah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri menyebutkan bahwa berdasarkan hasil
Musyawarah, kriteria presiden dan calon presiden yang akan PKS dukung adalah yang mempunyai berkarakter nasionalis-religius, serta berkomitmen kepada Demokrasi, pemberantasan korupsi, dan kedaulatan negara.

Selain itu, PKS juga berharap calon presiden dan calon wakil presiden RI yang terpilih di 2024, merupakan negarawan yang dapat menyatukan bangsa Indonesia, alih-alih memecah belah bangsa.

“Kami sekarang sedang terus melakukan pendekatan (ke partai-partai lain), mereka juga melakukan pendekatan juga, tetapi sampai sekarang belum final. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, terutama tahun 2022 ini, sudah ada titik temu,” kata Salim Segaf Al-Jufri.[fed]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *