PKS Meyakini Lebih Dari 50 Juta Buruh Akan Berontak Tolak RUU Omnibus Law Cilaka

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Partai PKS terus mengkritik draft RUU Omnibus Law. RUU itu disebut pemerintah sebagai upaya perampingan aturan. Bagi PKS aturan itu justru menimbulkan banyak masalah. Isu Omnibus Law itu kini menjadi perhatian serius masyarakat Indonesia. Terutama pasal-pasal dalam RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Juru Bicara PKS, Indra mengatakan ia telah membaca draft RUU itu. Terutama pasal-pasal dalam draft RUU Ciptaker. Ternyata, kata dia, yang selama ini berembus di ruang publik benar adanya. Yang paling berbahaya misalnya perluasan pekerjaan yang bisa di alihdayakan.

Bacaan Lainnya

“Outsourcing diperluas. Semua pekerjaan bisa dioutsourcing. PHK dimudahkan. Perhitungan pesangon dikurangi. Tentu ini berefek tidak adanya kepastian masa depan bagi pekerja,” katanya Selasa (25/2).

Dia menambahkan, belum lagi kran masuknya tenaga kerja asing (TKA) yang terbuka lebar. Dalam RUU Ciptaker itu, TKA bisa masuk pada seluruh jenis pekerjaan. Tidak lagi mensyaratkan keharusan pada pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus.

Kata dia, pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian juga bisa diberikan kepada TKA. “Kami yakin lebih dari 50 juta buruh akan berontak,” katanya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar