PLN Hentikan Proyek Kompor Listrik, Politisi NasDem Sebut Tak Ada Kajian dan Terkesan Asal-asalan!

Kompor Listrik/Net

INDOPOLITIKA.COM – Setelah menuai komentar miring soal peralihan gas 3 kg ke kompor listrik, PLN akhirnya memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut.

Penghentian proyek tersebut, rupanya ditanggapi oleh Politisi Partai NasDem yang duduk di Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun.

Menurut Rudi, dalam proyek tersebut, dimana PLN sudah melakukan uji coba di tiga kota tidak melakukan kajian terlebih dahulu dan terkesan asal-asalan.

“Percobaan yang dilakukan PLN dengan membagikan kompor listrik gratis ke masyarakat, tetapi kompor listrik yang dibagi kapasitas dayanya untuk listrik di atas 1500 watt. Artinya meteran listrik masyarakat yang dayanya hanya 900 watt tidak akan mampu untuk mengoperasikan kompor listrik yang dibagikan gratis tersebut. Tidak ada kajian, penelitian, dan studi banding, sehingga menuai polemik (di masyarakat) dan kesannya (program) asal-asalan,” tegas Rudi dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/9/2022).

Lanjutnya, yang menjadi pertanyaan mengapa PLN tidak membagikan kompor listri dengan kapasitas listrik yang lebih rendah.

“Kenapa tidak kompor listrik yang kapasitasnya 400 watt? Sehingga cocok untuk (tegangan) listrik masyarakat di desa,” ujarnya.

Tidak akan sinkron dengan daya listrik kompor listrik yang dibagikan ke warga. Terlebih, jika nantinya warga diminta untuk menaikan daya listrik ke 2000 watt yang tentunya akan memberatkan masyarakat.

“Tidak sinkron kompor listrik yang dibagikan PLN untuk warga desa dengan tegangan listrik warga yang hanya 900 watt. Dan jika warga diminta untuk naikkan daya lagi ke 2000 watt, tentu dikenakan biaya yang tidak sedikit. Tentu warga juga keberatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo PLN mengatakan, PLN membatalkan program pengalihan ke kompor listrik. PLN juga memastikan tarif listrik tidak naik. Penetapan tarif listrik ini telah diputuskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi,” ucap Darmawan. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *