Internasional

PM Abe akan Hadir di Peringatan 45 Tahun Hubungan ASEAN-Jepang

PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)

Jakarta: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Singapura pada November mendatang.

"Untuk turut merayakan hubungan 45 tahun ASEAN-Jepang, PM Abe akan hadir di Singapura untuk bertemu seluruh pemimpin negara-negara ASEAN," kata Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Kazuo Sunaga di gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin 24 September 2018.

Dubes Sunaga menyebut KTT ASEAN-Jepang di Singapura merupakan salah satu kegiatan politik yang penting bagi Negeri Sakura.

Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Urusan Komunitas dan Korporasi AKP Mochtan, hubungan Jepang dengan ASEAN merupakan salah satu yang terlama. 

"Banyak kerja sama yang kita lakukan, salah satunya adalah penanggulangan bencana. Jepang memiliki banyak sekali kegiatan dengan ASEAN Humanitarian Assistant (AHA) Center. Termasuk dalam bantuan-bantuan persiapan pembangunan kapasitas," katanya.


AKP Mochtan. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Baca: Jepang Ingin Tingkatkan Hubungan Antarmasyarakat dengan ASEAN

Dari hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam kurun waktu 45 tahun terakhir, hubungan Jepang-ASEAN berlandaskan atas beberapa prinsip utama seperti 'Fukuda Doctrin' yang dideklarasikan pada 1977, dan juga 'Five Principles of Japan’s ASEAN Diplomacy' yang dideklarasikan pada pada 2013. 

Berdasarkan prinsip-prinsip ini, Jepang mempromosikan 'Free and Open Indo-Pacific Strategy' sebagai konsep menyeluruh dalam kebijakan luar negerinya.

Dalam pidato PM Abe beberapa waktu lalu, strategi bebas dan terbuka Indo-Pasifik adalah bagian penting dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran masyarakat internasional. 

Salah satu tujuan dari strategi ini adalah membangun konektivitas antara Asia dan Afrika yang mengarah pada stabilitas dan kemakmuran seluruh kawasan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close