Internasional

PM Israel Senang AS Potong Dana Bantuan PBB untuk Palestina

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP).

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan Amerika Serikat (AS) memotong dana sumbangan kepada Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pengungsi (UNRWA), sangat penting. Dia mengatakan keputusan tersebut membuatnya senang karena menyelesaikan masalah antara Israel dan Palestina.

"AS telah melakukan hal yang sangat penting dengan menghentikan pembiayaan untuk lembaga pelestarian pengungsi yang dikenal dengan UNRWA. Akhirnya kita mulai menyelesaikan masalah," tuturnya di situs Israel YNet News, dilansir dari laman Middle East Monitor, Senin 3 September 2018.

Netanyahu menyarankan dana tersebut seharusnya diambil dan digunakan untuk membantu rehabilitasi pengungsi. Menurut Netanyahu, jumlah pengungsi Palestina sebenarnya lebih kecil dibandingkan yang dilaporkan UNRWA.

"Ini perubahan yang kami sambut baik dan senang hati, dan kami mendukungnya," tukasnya.

Sementara itu, UNRWA menyatakan penyesalan dan kekecewaan mendalam atas keputusan AS tersebut. Pasalnya, sokongan dana dari AS dianggap yang paling besar.

"Keputusan ini lebih mengejutkan mengingat UNRWA dan Amerika Serikat memperbarui perjanjian pendanaan pada Desember 2017. Mereka mengakui manajemen keuangan kami yang sukses dan profesional," ucap perwakilan UNRWA.

UNRWA menolak bahwa program mereka untuk sekolah, pusat kesehatan dan program bantuan darurat dianggap cacat. "Program-program kami memiliki rekam jejak yang terbukti dalam menciptakan salah satu proses pengembangan manusia paling sukses dan berhasil di Timur Tengah," imbuhnya.

Baca: Penghentian Dana AS untuk Pengungsi Palestina Berpotensi Picu Radikalisme

Penyetopan bantuan AS terhadap UNRWA membuat Palestina marah. Pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas memandang langkah AS tersebut sebagai perubahan kebijakan yang bertujuan menghalangi perjuangan Palestina untuk merdeka.

Sejumlah pihak khawatir keputusan Trump ini mencerminkan perubahan kebijakan Negeri Paman Sam di Timur Tengah, termasuk sikap AS terhadap prospek perdamaian Israel-Palestina.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close