Internasional

PM Jepang Bersedia Bertemu Kim Jong-un dengan Syarat

PM Abe dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 25 September 2018. (Foto: AFP/Getty/STEPHANIE KEITH)

New York: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersedia bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Tahun lalu, PM Abe sempat berkata pintu diplomasi Jepang dengan Korut perlahan-lahan mulai menutup.

Berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Selasa 25 September 2018, PM Abe menyampaikan pernyataan yang lebih positif terhadap masa depan hubungan Jepang dengan Korut.

Namun dia menegaskan segala bentuk pertemuan antara dirinya dengan Kim harus difokuskan pada isu penculikan warga Negeri Sakura oleh Pyongyang di masa lalu.

Isu penculikan ini merupakan sesuatu yang sensitif untuk masyarakat Jepang.

Baca: PM Jepang Tegaskan Perlu Bertemu Kim Jong-un

"Untuk menyelesaikan masalah penculikan, saya siap memecah kebuntuan dengan Korut, membuka lembaran baru dan bertemu langsung Kim Jong-un," tutur Abe, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

"Namun jika pertemuan itu pada akhirnya terjadi, saya tegaskan harus difokuskan pada resolusi isu penculikan," lanjut dia.

PM Abe menyebut saat ini belum ada rencana pertemuan dengan Korut. Ia meminta Kim untuk menunjukkan kesediaannya untuk bertemu Jepang. "Korut sekarang sedang berada di persimpangan. Apakah mereka akan mengambil kesempatan historis ini atau tidak," kata PM Abe.

Korut menculik sejumlah warga Jepang di era 1970-1980-an, untuk melatih mata-mata Pyongyang dalam memahami bahasa dan kebudayaan Negeri Sakura.

Junichiro Koizumi, salah satu PM Jepang, pernah berkunjung ke Pyongyang pada 2002 dan 2004 untuk menjalin hubungan baru dengan pemimpin Korut saat itu, Kim Jong-il.

Kim Jong-il mengatatakan kepada Koizumi bahwa warga Jepang tersisa yang pernah diculik di masa lalu sudah meninggal dunia. Keluarga korban serta para aktivis di Jepang menolak keterangan tersebut.

Spekulasi telah muncul bahwa PM Abe dapat bertemu Kim, yang disebut-sebut pernah berkata kepada Presiden AS Donald Trump di Singapura bahwa dirinya siap berbicara dengan musuh bebuyutannya, Jepang.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close