Internasional

PM Kanada Kritik Arab Saudi

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau kritik dakwaan hukuman mati lima orang aktivis HAM Arab Saudi (Foto: AFP).

Ottawa: Hubungan antara Kanada dan Arab Saudi memburuk sejak kritikan atas catatan HAM di Arab Saudi. Kini Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengkritik dakwaan hukuman mati lima aktivis HAM di Negeri Petrodolar itu.
 
Baca juga: 5 Aktivis Perempuan Arab Saudi Dituntut Hukuman Mati.
 
Meski terjebak dalam sengketa diplomatik Trudeau mengatakan Kanada terus "terlibat secara diplomatis" dengan Arab Saudi.
 
Kelompok hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) pada 22 Agustus 2018, jaksa Arab Saudi mendakwa hukuman mati bagi lima aktivis, termasuk, untuk pertama kalinya, seorang perempuan.
 
Kelima orang itu dituduh menghasut protes massa di Provinsi Timur, daerah kaya minyak yang didominasi warga Syiah. "Saya pikir penting untuk memiliki hubungan positif dengan negara-negara di seluruh dunia," kata Trudeau di British Columbia, seperti dikutip AFP, Jumat 24 Agustus 2018.
 
"Pada saat yang sama, kami telah menyatakan keprihatinan kami dengan hukuman yang dijatuhkan oleh Arab Saudi, keprihatinan kami untuk membela hak asasi manusia dan nilai-nilai kami di seluruh dunia," tambahnya.
 
"Kanada akan terus membela hak asasi manusia," kata Trudeau.
 
Pemerintah Arab Saudi belum mengkonfirmasi bahwa para aktivis menghadapi hukuman mati.
 
Dua minggu lalu Kanada memicu kemarahan di Riyadh dengan menyerukan pembebasan segera aktivis yang ditahan, termasuk kampanye hak perempuan pemenang penghargaan, Samar Badawi.
 
Akibat kritikan itu Arab Saudi membekukan semua perdagangan dan investasi baru di Kanada, memindahkan ribuan mahasiswa Saudi dari universitas-universitas Kanada dan berjanji untuk menghentikan semua program perawatan medis di Kanada. Maskapai penerbangan negara Saudia Arabia Airlines juga menangguhkan penerbangan ke Toronto.
 
Pada akhirnya, menurut beberapa universitas, Arab Saudi memberikan perpanjangan waktu kepada siswa hingga 22 September 2018 guna mengurus kepindahan mereka dari Kanada.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close